Image description
bet imriti
Never Bet the Devil Your Head

Jangan Pernah Bertaruh Kepalamu dengan Iblis

Narator, yang digambarkan sebagai penulisnya sendiri, merasa kecewa dengan kritikus sastra yang mengatakan bahwa ia tidak pernah menulis cerita moral. Narator kemudian mulai menceritakan kisah temannya, Toby Dammit. Dammit digambarkan sebagai pria dengan banyak keburukan, setidaknya sebagian disebabkan oleh ibunya yang kidal yang mencambuknya dengan tangan kiri, yang dianggap tidak pantas. Dammit sering membuat taruhan retoris, dan menjadi terbiasa dengan ungkapan "Aku akan bertaruh kepalaku dengan iblis." Meskipun narator berusaha menghentikan kebiasaan buruk Dammit, ia gagal. Meskipun demikian, keduanya tetap berteman.

Suatu hari saat bepergian, mereka menemukan sebuah jembatan beratap. Suasana di dalamnya suram dan gelap, tanpa jendela. Namun, Dammit tidak terpengaruh oleh kesuraman itu dan sedang dalam suasana hati yang sangat baik. Saat menyeberangi jembatan, mereka dihentikan oleh sebuah pintu putar di tengah jalan. Dammit bertaruh dengan iblis bahwa ia bisa melompati pintu itu. Sebelum narator sempat menjawab, batuk seseorang mengingatkan mereka akan kehadiran seorang lelaki tua kecil. Lelaki tua itu tertarik untuk melihat apakah Dammit mampu melakukan lompatan tersebut dan menawarinya awalan lari yang baik. Narator berpikir dalam hati bahwa tidak pantas bagi seorang lelaki tua untuk mendorong Dammit melakukan percobaan itu — "Aku tidak peduli siapa iblis itu," tambahnya.

Narator menyaksikan Dammit melakukan lompatan sempurna, namun tepat di atas pintu putar ia jatuh ke belakang. Lelaki tua itu dengan cepat meraih sesuatu dan berjalan pincang pergi. Narator, saat memeriksa temannya, melihat bahwa kepala Dammit telah hilang ("yang bisa disebut cedera serius"). Ia menyadari bahwa tepat di atas pintu putar, terletak secara horizontal, sebuah batang besi tajam yang kebetulan berada tepat di tempat leher temannya terbentur saat melompat. Narator memanggil "para homeopatis", yang "tidak memberinya cukup obat, dan obat sedikit yang mereka berikan pun ia ragu untuk meminumnya. Jadi pada akhirnya ia semakin parah, dan akhirnya meninggal." Setelah tagihan biaya pemakamannya tidak dibayar, narator menggali mayat Dammit dan menjualnya sebagai makanan anjing.

Genre

  • Cerita Pendek
  • Klasik
  • Horor
  • Fiksi
  • Humor
  • Gotik
  • Sastra

16 halaman, ebook

Pertama kali diterbitkan 1 Januari 1841

© 2026 - Semua hak dilindungi undang-undang. PT dengan modal Rp 10.000.000.000. Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan 12190