Arti Bad Mood dan Istilah Terkait Mood Lainnya
Istilah bad mood dapat dikategorikan sebagai bahasa gaul yang tengah tren, khususnya di kalangan remaja. Kata mood sangat sering dipakai dalam percakapan sehari-hari. Secara umum, mood diartikan sebagai suasana hati atau keadaan emosi seseorang dalam kurun waktu tertentu. Selain mood, ada beberapa istilah lain yang berkaitan seperti moody, bad mood, mood swings, dan mood booster. Berikut penjelasan istilah-istilah tersebut.
Moody
Moody atau moodiness merupakan kondisi perubahan suasana hati yang terjadi secara mendadak. Misalnya, dari marah tiba-tiba menjadi bahagia atau sebaliknya.
Bad Mood
Bad mood adalah istilah umum untuk kondisi suasana hati yang buruk, yang ditunjukkan dengan reaksi negatif terhadap suatu hal.
Mood Swings
Mood swings adalah perubahan suasana hati yang jelas dalam kurun waktu tertentu. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan pada tingkat tertentu bisa menjadi pertanda gangguan mental seperti bipolar.
Mood Booster
Mood booster adalah berbagai hal yang dapat mendongkrak suasana hati karena memberi motivasi dan dampak positif dalam diri.
Fakta-Fakta Tentang Bad Mood
Ada beberapa fakta menarik tentang mood dan bad mood yang mungkin belum banyak diketahui.
Cuaca sebagai faktor yang memengaruhi mood
Cuaca terbukti memengaruhi mood. Cuaca cerah membuat suasana hati lebih ceria, sedangkan cuaca mendung dan hujan dapat membuat seseorang merasa sedih hingga bad mood.
Kondisi mood bisa menular
Mood seseorang dapat memengaruhi suasana hati orang lain. Saat menghadapi orang yang bad mood, kita bisa ikut merasa jengkel, lelah, atau marah. Oleh karena itu, bad mood perlu diatasi agar tidak merembet ke orang lain.
Cokelat bisa memperbaiki mood
Cokelat, terutama cokelat hitam, dipercaya dapat membuat suasana hati bahagia kembali karena kandungan antioksidan di dalamnya.
Perempuan cenderung mengalami bad mood dan mood swing
Penelitian menunjukkan perempuan lebih rentan mengalami bad mood dan mood swing dibanding laki-laki, karena naik turunnya kadar hormon estrogen selama siklus reproduksi.
Arti Bad Mood di Keseharian
Secara umum, bad mood berasal dari bahasa Inggris, gabungan bad (buruk) dan mood (suasana hati). Jadi arti bad mood adalah suasana hati yang sedang buruk. Bad mood tidak hanya berupa marah, tetapi juga reaksi negatif terhadap hal lain dan sering disertai kurangnya gairah untuk bekerja. Hampir setiap orang pernah mengalaminya, namun penting untuk memahami arti, penyebab, dan cara mengatasinya.
Penyebab Terjadinya Bad Mood
Bad mood bisa disebabkan oleh berbagai faktor internal dan eksternal, mulai dari pola kebiasaan, kesehatan fisik, mental, hingga peristiwa di luar ekspektasi.
Mengidap penyakit tertentu
Penyakit diabetes, parkinson, stroke, dan gangguan tiroid diketahui dapat memengaruhi suasana hati.
Sedang mengalami PMS (Premenstrual Syndrome)
Perempuan yang mengalami PMS cenderung lebih rentan bad mood. Menurut American College of Obstetrics and Gynecology, suasana hati umumnya berubah pada rentang dua minggu menjelang menstruasi.
Kurang tidur
Kurang tidur meningkatkan risiko bad mood. Pola tidur sangat memengaruhi suasana hati. Gangguan tidur seperti apnea sering dikaitkan dengan bad mood.
Kurang olahraga
Olahraga membantu melepaskan hormon perasaan baik. Kurang olahraga membuat seseorang lebih rentan bad mood.
Pengaruh cuaca
Cuaca cerah membuat ceria, sedangkan cuaca mendung dan hujan dapat menimbulkan kesedihan.
Pengaruh mood orang lain
Mood dapat menular. Menghadapi orang bad mood bisa memicu perasaan serupa.
Gangguan pada kesehatan mental
Masalah mental seperti gangguan bipolar, depresi, distimia, skizofrenia, ADHD, dan lainnya dapat menyebabkan bad mood.
Tips dalam Mengatasi Bad Mood
Bad mood tidak boleh dianggap sepele. Berikut cara mengatasinya.
Meluapkan perasaan yang dialami
Meluapkan perasaan tidak menyenangkan dapat membuat lega. Curhat pada orang terpercaya dapat membantu.
Tidur cukup
Tidur 7–8 jam setiap hari menstabilkan emosi dan suasana hati.
Berolahraga rutin
Olahraga memompa aliran darah dan melepaskan hormon bahagia, efektif menjaga suasana hati.
Melakukan hal yang disukai
Lakukan hobi seperti mengaji, mendengarkan musik, melukis, atau kegiatan lain yang menenangkan.
Curhat (mencurahkan isi hati)
Berbicara dengan orang terdekat atau psikolog membantu melihat masalah dari perspektif berbeda dan menyalurkan emosi.
Beribadah
Mendekatkan diri kepada Tuhan memberi ketenangan. Bersyukur dan berdamai dengan diri sendiri juga membantu.
Keluarkan isi hati
Menangis dalam batas wajar dapat melepaskan kegelisahan. Namun jangan berlebihan.
Kurangi mengonsumsi kafein
Kafein berlebihan, terutama malam hari, mengganggu tidur. Kurangi konsumsi teh, kopi, cokelat, dan minuman berkafein lainnya.
Konsumsi makanan yang baik untuk mood
Makanan seimbang, kaya nutrisi, rendah lemak jenuh, seperti ikan, kacang-kacangan, dan probiotik, membantu menstabilkan suasana hati.