Image description
bet provinsi jawa barat
BAKESBANGPOL KABUPATEN LOMBOK BARAT DAN DENSUS 88 BERSINERGI DALAM MENJAGA KEUTUHAN BANGSA MELALUI SOSIALISASI EMPAT PILAR KEBANGSAAN

BAKESBANGPOL KABUPATEN LOMBOK BARAT DAN DENSUS 88 BERSINERGI DALAM MENJAGA KEUTUHAN BANGSA MELALUI SOSIALISASI EMPAT PILAR KEBANGSAAN

Gerung, Lombok Barat, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan serta mencegah penyebaran paham radikal di kalangan masyarakat dan generasi muda. Bertempat di Aula Hotel Jayakarta Senggigi, digelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang menghadirkan narasumber dari Direktorat Satgas Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, yakni Ahmad Rizal.

Acara ini dipimpin sekaligus dimoderatori oleh Kepala Bidang Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Bakesbangpol Lombok Barat, Hj. Baiq Heny Suryani, SH, serta diikuti oleh peserta dari unsur masyarakat dan mahasiswa se-Kabupaten Lombok Barat.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video dokumenter seputar kiprah Densus 88 dalam menjaga keutuhan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Rizal: Mahasiswa dan Pemuda Harus Jadi Garda Terdepan Tangkal Radikalisme

Dalam pemaparannya, Ahmad Rizal membawakan materi bertema Strategi Pencegahan Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme di Kampus, yang memuat berbagai isu strategis dan fakta lapangan terkait radikalisme, khususnya di Provinsi NTB.

Beberapa poin penting yang disampaikan dalam materi antara lain:

  1. Definisi intoleransi, radikalisme, dan terorisme serta dampaknya terhadap bangsa.
  2. Fakta bahwa Lombok Barat pernah mencatat 4 kasus terkait radikalisme.
  3. Karakteristik pelaku dan penyebaran paham radikal melalui media sosial, kajian eksklusif, tempat ibadah, hingga lembaga pendidikan.
  4. Data jaringan kelompok teror di Indonesia (NII, JI, JAT, MIT, JAD, dll).
  5. Sarana penyebaran radikalisme termasuk media elektronik, buletin radikal, dan konten digital.
  6. Data survei potensi radikalisme di kalangan masyarakat Indonesia.
  7. Modus aksi terorisme baru yang menyasar kalangan muda.

Rizal juga menyoroti bahaya penyebaran informasi melalui media sosial yang tidak terfilter. Ia mengingatkan peserta untuk bijak dalam menyerap informasi dan aktif melawan narasi-narasi radikal yang beredar secara masif.

"Kami melakukan sosialisasi ini agar kita saling mengingatkan. Harapan kami, generasi muda bisa menjadi penerus yang kritis dan berani menyampaikan pandangan yang benar kepada masyarakat, sehingga tidak terjerumus ke dalam paham radikal," tegas Rizal.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menegaskan bahwa pembangunan karakter kebangsaan adalah tanggung jawab bersama, terutama di era digital saat ini. Kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, institusi pendidikan, dan masyarakat sipil menjadi kunci dalam melindungi generasi muda dari paparan paham yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

© 2026 - Semua hak dilindungi undang-undang. PT dengan modal Rp 10.000.000.000. Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan 12190