Image description
brahma dewa
Terjemah Arti Nadzhom Al Imrithi Lengkap Semua Bab (part 1)

Pembukaan

Segala puji bagi Alloh yang menunjukkan kepada ilmu dan ketakwaan terhadap sebaik-baik makhluknya

Hingga hati mereka menuju kepadaNya, dan karena kebesaran dzatNya maka hati mereka tidak menjangkauNya

lalu diresapi makna dlomir sya’n (kalimat tauhid), lalu hati mereka berkata di kaum dengan nada-nada

Lalu sholawat serta salam yang layak semoga tercurah atas Nabi makhluk yang paling fasih

Muhammad, Keluarga dan sahabatnya, yaitu mereka yang mengokohkan al-Qur’an dengan i’rob

dan setelah itu, maka ketahuilah, bahwa ketika mayoritas manusia menyukai ucapan yang ringkas

dan menjaga bahasa arab itu tuntutan yang sangat terhadap manusia

supaya mereka faham makna-makna al quran dan sunnah yang detail makna-maknanya

dan nahwu itu lebih baik untk dipelajari pertama kali, karena kalam tantap nahwu itu tidak difaham

dan lebih baik kitab nahwu yang kecil itu kitab kecil yang mashur

di arab dan selain arab dan romawi, yang dikarang olenh orang yang pandai yaitu ibn ajrumi

banyak orang mengambil manfaant dari ilmunya, walaupun kita melihat kecil ukuranyan

saya menadzomkan dengan nadzom yang baru yang mengikuti kitab asli dalam memudahkan bagi pemula belajar

dan aku buang sesuatu yang tidak dibutuhkan , dan saya menambahkan faidah-faidah yang dibutuhkan

menyemprnakan kebanyakan bab-bab, maka nadzom ini seperti penjelasan kitab jurumiyah

saya diminta mengarang oleh seorang teman yang jujur, yang faham ucapanku karena itikad yang terpercaya

karena pemuda itu di angkat menurut itikadnya, dan setiap orang yng tidak beriktikad tidak bermafaat

lalu kita meminta kepada maha pemberi untuk menyelamatkan kita dari riya, serta menggandakan pahala kita

dan supaya Allah memberi manfaat tentang ilmu kitab ini bagi seorang yang serius menghafalkan dan memahami

Bab Kalam

Kalam orang arab adalah lafadz yang berfaidah yang disandarkan. dan kilmah adalah lafadz yang berfaidah yang mufrod

kalimat terbagi menjadi isim dan fi’il lalu huruf, tiga ini adalah kalim

qoul adalah lafadz yang memberi faidah secara mutlak, seperti qum (berdirilah) dan qod (sungguh) dan inna zaidan irtaqo (sesungguhnya zaid itu naik)

isim di ketahui dengan tanwin dan jir dan huruf jir dan lam dan alif

dan fiil diketahui dengan qod dan sin dan ta’ ta’nis yang bersama sukun

dan ta’ nya lafadz faalta secara mutlak seperti ji’ta li (kamu datang karena aku) dan nun dan ya’ dalam contoh if’alanna dan if’ali

dan huruf tidak ada tanda baginya kecuali tidak menerimanya huruf terhadap tanda

Bab I'rob

i’rob menurut ahli nahwu adalah perubahan akhir kalimat secara kira-kira atau secara lafadz karena amil yang telah diketahui

pembagianya ada empat maka hendaknya diketahui, yaitu rofa’ nasab begitu juga jazem dan jer

semuanya kecuali jazem itu masuk dalam isim. dan semuanya masuk dalam fi’il, dan jer itu terlarang

seluruh isim selama tidak ada kesurupaan yang mendekatkanya kepada huruf itu isim mu’rob

selain isim-isim ini adalah mabni, selain fi’il mudlari’ yang sunyi dari setiap nun

Bab Alamat I'rob

Alamat i’rob bagi rofa’ adalah dlommah wawu alif begitau juga nun yang tetap tidak terbuang

dlommah di isim mufrod seperti ahmad dan jama’ taksir seperti ja’a al a’budu (hamba-hamba telah datang)

dan jama’ muannas seperti muslimat, dan setiap fi’il mu’rob seperti ya’ti

dan wawu di jama’ mudzakar salim seperti sholihun hum ulul makarim (orang-orang soleh yaitu mereka yang mempuyai kemulyaan)

seperti kedatanganya wawu di asmaul khomsah, yaitu yang akan datang secara berurutan

abun, akhun, hamun dan fuka, dzu. semua berlaku secara dimudlofkan, mufrod, dan mukabbar (tidak di tasghir)

dan di isim tasniyah seperti zaidani. alif dan nun di fi’il mudlori’ yang telah diketahui

dengan yafa’alani, taf’alani antuma, yaf’aluna, taf’aluna bersama keduanya

dan ta’alina tarhamina hali, dan semunya itu mashur dengan af’alul khomsah

Bab Alamat Nashob

bagi nashob itu ada lima yaitu fathah alif kasroh dan ya’ lalu nun yang terbuang

maka nashobkan dengan fathan kalimat yang di rafa’kan dengan dlommah, kecuali yang seperti kalimat hindatun, maka fathanya dilarang

dan jadikan alif bagi nashobnya asmaul khomsah, dan nashobkan jama’ muannas yang telah diketahui dengan kasroh

dan nashob di ismi yang yang di tasniyahkan dan jama’ mudzakar salim itu dengan ya’

dan asmaul khomsah ketika menjadi nashob itu wajib membuang nun rofa secara mutlak

Bab Alamat Jer

alamat jer yang jer terukur dengan alamat tersebut itu hanya kasrah dan ya’ lalu fathah

jerkan dengan kasroh isim-isim yang telah diketahui di rofa’nya dengan dlommah sekira menerima tanwin

dan jerkan dengan ya’ setiap kalimat yang di nashobkan dengan ya’. dan asmaul khomsah dengan syaratnya. maka kamu benar

dan jerkan danga fathah setiap isim yang tidak menerima tanwin, yang mempunyai sifat dengan sifat fiil

ketika isim memiliki dua illat atau satu illat yang tidak butuh dua illat

alif ta’nis itu mencukupi dengan sedirinya, dan sigat munjahal jumu’

dua illa adalah sifat bersama adal, atau wazan fi’il, atau nun dan alif

dan alam menjegah (tanwin) bersama tiga ini, dan menambah tarkib mazji dan nama-nama ajam

begitu juga muanas dengan selain alif, jika di mudlofan atau jatuh setelah al maka menerima tanwin

Bab Tanda-tanda Jazam

Jazam dalam fiil itu dengan sukun atau membuang huruf ilat atau nun

Membuang nun rafa secara pasti itu wajib di afalul Khomsah jika di baca jazam

Jazamkan dengan sukun fiil Mudari salim yang di akhiri dengan huruf ilat

Adakalanya dengan Wawu atau ya atau alif, dan jazamnya yang diilati dengan huruf ilat itu dengan membuang huruf ilat

Nasabnya fiil mutal Wawu dan ya itu jelas, dan selain nasab di ketiga huruf ilat itu di kira-kirakan

Seperti contoh yaghzu yahtadi yakhsya itu di akhiri dengan huruf ilat , dan selain itu selamat dari huruf ilat

isim mutal itu ya dan alif, seperti contoh qodli dan fata

Irab keduanya itu dikira-kirakan, tetapi nashabnya qodlin itu jelas

Orang arab mengira-ngirakan tiga bagian: di mim sebelum yang dari contoh ghulami

Dan Wawu di contoh muslii itu di simpan, dan nun di contoh latublawunna itu di kira-kirakan

Fasal

Irab-irab itu semuanya di irabi dengan harakat atau huruf

Bagian yang awal itu empat , yaitu yang di rafakkan dengan dlommah

Dan setiap yang dirafakkan dengan dlammah maka nashabnya dengan Fatha secara mutlak

Dan jernya isim tersebut itu wajib dengan kasrah, dan fiil itu di jazamkan dengan sukun

Tetapi seperti hindat nashabnya di kasrah, dan selain yang menerima tanwin di jerkan dengan fathah

setiap fiil yang mutal itu di jazemkan dengan membuang huruf ilat, seperti yang telah diketahui

Perkara-perkara yang di irabi dengan huruf itu empat yaitu isim tasniyh , dan laki-laki yang di jamakkan

Dengan jaman yang Shohih, seperti contoh yang telah lewat, dan lima isim dan fiil

Adapun isim tasniyan maka rafaknya dengan alif dan nashob dan jernya diketahui dengan ya

Dan seperti isim tasniyah adalah jama di nashob dan jer, dan rafaknya dengan Wawu telah lewat dan telah tetap

Dan lima isim itu seperti jama ini di irab rafa dan jer, dan nashobkan dengan alif

Dan lima fiil itu rafaknya telah diketahui dengan nun, dan di selain rafa itu di buang

© 2026 - Semua hak dilindungi undang-undang. PT dengan modal Rp 10.000.000.000. Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan 12190