Pembukaan
Segala puji bagi Alloh yang menunjukkan kepada ilmu dan ketakwaan terhadap sebaik-baik makhluknya
Hingga hati mereka menuju kepadaNya, dan karena kebesaran dzatNya maka hati mereka tidak menjangkauNya
lalu diresapi makna dlomir sya’n (kalimat tauhid), lalu hati mereka berkata di kaum dengan nada-nada
Lalu sholawat serta salam yang layak semoga tercurah atas Nabi makhluk yang paling fasih
Muhammad, Keluarga dan sahabatnya, yaitu mereka yang mengokohkan al-Qur’an dengan i’rob
dan setelah itu, maka ketahuilah, bahwa ketika mayoritas manusia menyukai ucapan yang ringkas
dan menjaga bahasa arab itu tuntutan yang sangat terhadap manusia
supaya mereka faham makna-makna al quran dan sunnah yang detail makna-maknanya
dan nahwu itu lebih baik untk dipelajari pertama kali, karena kalam tantap nahwu itu tidak difaham
dan lebih baik kitab nahwu yang kecil itu kitab kecil yang mashur
di arab dan selain arab dan romawi, yang dikarang olenh orang yang pandai yaitu ibn ajrumi
banyak orang mengambil manfaant dari ilmunya, walaupun kita melihat kecil ukuranyan
saya menadzomkan dengan nadzom yang baru yang mengikuti kitab asli dalam memudahkan bagi pemula belajar
dan aku buang sesuatu yang tidak dibutuhkan , dan saya menambahkan faidah-faidah yang dibutuhkan
menyemprnakan kebanyakan bab-bab, maka nadzom ini seperti penjelasan kitab jurumiyah
saya diminta mengarang oleh seorang teman yang jujur, yang faham ucapanku karena itikad yang terpercaya
karena pemuda itu di angkat menurut itikadnya, dan setiap orang yng tidak beriktikad tidak bermafaat
lalu kita meminta kepada maha pemberi untuk menyelamatkan kita dari riya, serta menggandakan pahala kita
dan supaya Allah memberi manfaat tentang ilmu kitab ini bagi seorang yang serius menghafalkan dan memahami
Bab Kalam
Kalam orang arab adalah lafadz yang berfaidah yang disandarkan. dan kilmah adalah lafadz yang berfaidah yang mufrod
kalimat terbagi menjadi isim dan fi’il lalu huruf, tiga ini adalah kalim
qoul adalah lafadz yang memberi faidah secara mutlak, seperti qum (berdirilah) dan qod (sungguh) dan inna zaidan irtaqo (sesungguhnya zaid itu naik)
isim di ketahui dengan tanwin dan jir dan huruf jir dan lam dan alif
dan fiil diketahui dengan qod dan sin dan ta’ ta’nis yang bersama sukun
dan ta’ nya lafadz faalta secara mutlak seperti ji’ta li (kamu datang karena aku) dan nun dan ya’ dalam contoh if’alanna dan if’ali
dan huruf tidak ada tanda baginya kecuali tidak menerimanya huruf terhadap tanda
Bab I'rob
i’rob menurut ahli nahwu adalah perubahan akhir kalimat secara kira-kira atau secara lafadz karena amil yang telah diketahui
pembagianya ada empat maka hendaknya diketahui, yaitu rofa’ nasab begitu juga jazem dan jer
semuanya kecuali jazem itu masuk dalam isim. dan semuanya masuk dalam fi’il, dan jer itu terlarang
seluruh isim selama tidak ada kesurupaan yang mendekatkanya kepada huruf itu isim mu’rob
selain isim-isim ini adalah mabni, selain fi’il mudlari’ yang sunyi dari setiap nun
Bab Alamat I'rob
Alamat i’rob bagi rofa’ adalah dlommah wawu alif begitau juga nun yang tetap tidak terbuang
dlommah di isim mufrod seperti ahmad dan jama’ taksir seperti ja’a al a’budu (hamba-hamba telah datang)
dan jama’ muannas seperti muslimat, dan setiap fi’il mu’rob seperti ya’ti
dan wawu di jama’ mudzakar salim seperti sholihun hum ulul makarim (orang-orang soleh yaitu mereka yang mempuyai kemulyaan)
seperti kedatanganya wawu di asmaul khomsah, yaitu yang akan datang secara berurutan
abun, akhun, hamun dan fuka, dzu. semua berlaku secara dimudlofkan, mufrod, dan mukabbar (tidak di tasghir)
dan di isim tasniyah seperti zaidani. alif dan nun di fi’il mudlori’ yang telah diketahui
dengan yafa’alani, taf’alani antuma, yaf’aluna, taf’aluna bersama keduanya
dan ta’alina tarhamina hali, dan semunya itu mashur dengan af’alul khomsah
Bab Alamat Nashob
bagi nashob itu ada lima yaitu fathah alif kasroh dan ya’ lalu nun yang terbuang
maka nashobkan dengan fathan kalimat yang di rafa’kan dengan dlommah, kecuali yang seperti kalimat hindatun, maka fathanya dilarang
dan jadikan alif bagi nashobnya asmaul khomsah, dan nashobkan jama’ muannas yang telah diketahui dengan kasroh
dan nashob di ismi yang yang di tasniyahkan dan jama’ mudzakar salim itu dengan ya’
dan asmaul khomsah ketika menjadi nashob itu wajib membuang nun rofa secara mutlak
Bab Alamat Jer
alamat jer yang jer terukur dengan alamat tersebut itu hanya kasrah dan ya’ lalu fathah
jerkan dengan kasroh isim-isim yang telah diketahui di rofa’nya dengan dlommah sekira menerima tanwin
dan jerkan dengan ya’ setiap kalimat yang di nashobkan dengan ya’. dan asmaul khomsah dengan syaratnya. maka kamu benar
dan jerkan danga fathah setiap isim yang tidak menerima tanwin, yang mempunyai sifat dengan sifat fiil
ketika isim memiliki dua illat atau satu illat yang tidak butuh dua illat
alif ta’nis itu mencukupi dengan sedirinya, dan sigat munjahal jumu’
dua illa adalah sifat bersama adal, atau wazan fi’il, atau nun dan alif
dan alam menjegah (tanwin) bersama tiga ini, dan menambah tarkib mazji dan nama-nama ajam
begitu juga muanas dengan selain alif, jika di mudlofan atau jatuh setelah al maka menerima tanwin
Bab Tanda-tanda Jazam
Jazam dalam fiil itu dengan sukun atau membuang huruf ilat atau nun
Membuang nun rafa secara pasti itu wajib di afalul Khomsah jika di baca jazam
Jazamkan dengan sukun fiil Mudari salim yang di akhiri dengan huruf ilat
Adakalanya dengan Wawu atau ya atau alif, dan jazamnya yang diilati dengan huruf ilat itu dengan membuang huruf ilat
Nasabnya fiil mutal Wawu dan ya itu jelas, dan selain nasab di ketiga huruf ilat itu di kira-kirakan
Seperti contoh yaghzu yahtadi yakhsya itu di akhiri dengan huruf ilat , dan selain itu selamat dari huruf ilat
isim mutal itu ya dan alif, seperti contoh qodli dan fata
Irab keduanya itu dikira-kirakan, tetapi nashabnya qodlin itu jelas
Orang arab mengira-ngirakan tiga bagian: di mim sebelum yang dari contoh ghulami
Dan Wawu di contoh muslii itu di simpan, dan nun di contoh latublawunna itu di kira-kirakan
Fasal
Irab-irab itu semuanya di irabi dengan harakat atau huruf
Bagian yang awal itu empat , yaitu yang di rafakkan dengan dlommah
Dan setiap yang dirafakkan dengan dlammah maka nashabnya dengan Fatha secara mutlak
Dan jernya isim tersebut itu wajib dengan kasrah, dan fiil itu di jazamkan dengan sukun
Tetapi seperti hindat nashabnya di kasrah, dan selain yang menerima tanwin di jerkan dengan fathah
setiap fiil yang mutal itu di jazemkan dengan membuang huruf ilat, seperti yang telah diketahui
Perkara-perkara yang di irabi dengan huruf itu empat yaitu isim tasniyh , dan laki-laki yang di jamakkan
Dengan jaman yang Shohih, seperti contoh yang telah lewat, dan lima isim dan fiil
Adapun isim tasniyan maka rafaknya dengan alif dan nashob dan jernya diketahui dengan ya
Dan seperti isim tasniyah adalah jama di nashob dan jer, dan rafaknya dengan Wawu telah lewat dan telah tetap
Dan lima isim itu seperti jama ini di irab rafa dan jer, dan nashobkan dengan alif
Dan lima fiil itu rafaknya telah diketahui dengan nun, dan di selain rafa itu di buang