Membuka Tabir Ke-SH-an Lima Lubang dan Tali Putih
Lima Lubang dan Tali Putih di dada pada pakaian warga merupakan simbol yang mengandung makna bahwa warga SH Terate hendaknya menjalankan rukun Islam yang lima hanya karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata (lima lubang putih) dan berpegang teguh pada agama Allah (tali putih).
Temuan penelitian ini tidak bertentangan dengan ajaran Islam dan mengembangkan teori yang telah dikembangkan para pakar sebagai berikut.
Abdul Qadir Ahmad Atha berdasarkan hadits dari Abdullah bin Umar ra yang diriwayatkan Bukhori dan Muslim menjelaskan bahwa unsur-unsur dasar Islam ada lima perkara dan ini merupakan tiang-tiang Islam. Islam secara lughawy berarti tunduk dan patuh atau masuk dalam kedamaian. Hadiyah Salim juga mengatakan bahwa setiap umat Islam harus mengerjakan yang lima macam itu (rukun Islam). Oleh karena itu, sebagai seorang muslim, warga SH Terate hendaknya tunduk, patuh, dan mampu merajut lima unsur dasar rukun Islam untuk dijadikan tiang agar keislamannya menjadi tegak kuat berdiri dalam kehidupannya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Islam dibangun di atas lima perkara: persaksian bahwa tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, pergi haji, dan puasa di bulan Ramadhan.”
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an, surat Ali Imran ayat 103:
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”
M. Quraish Shihab menjelaskan ayat di atas bahwa umat Islam hendaknya tetap berpegang teguh pada tali (agama) Allah. Dengan berpegang teguh pada tali (agama) Allah, maka Allah menyatukan hati, menyelamatkan, serta menerangkan berbagai jalan kebaikan yang harus ditempuh umat Islam. Dengan demikian, umat Islam tidak bercerai berai, tidak terjadi perpecahan, dan saling mencintai. Jika dianalogikan dari penjelasan tersebut, SH Terate sejatinya merupakan organisasi pendidikan. Melalui media seni bela diri pencak silat, ia mengajarkan agar warga SH Terate mampu menjalankan ajaran agama dengan baik. Ketika warga SH Terate mampu menjalankan ajaran agama dengan baik, Allah menyatukan hati, menyelamatkan, dan menjadikan mereka berbudi luhur serta saling mencintai satu sama lain. Bertitik tolak dari hal itu, warga SH Terate dalam menjalani kehidupan dapat hidup guyup rukun penuh kedamaian, tidak bercerai berai atau berpecah belah. Wallahua’lam bish showab.