Image description
czech republic vs portugal
Portugal Vs Czech Review, "A Selecao das Quinas" Extends Domination

Ulasan Portugal vs Ceko: 'A Selecao das Quinas' Perpanjang Dominasi

Portugal memperpanjang dominasi mereka atas Ceko dengan kemenangan 2-1 di Grup F Piala Eropa 2024.

LEIPZIG – Gol penyerang pengganti Francisco Conceicao pada menit-menit akhir waktu tambahan membawa Portugal menang 2-1 atas Ceko dalam pertandingan Grup F Piala Eropa 2024, Rabu (19/6/2024) dini hari WIB, di Stadion Leipzig, Jerman.

Kemenangan tersebut menempatkan Portugal di posisi kedua klasemen sementara Grup F. Puncak klasemen ditempati Turki yang menang 3-1 atas Georgia. “A Selecao das Quinas”, julukan Portugal, dan Turki akan bertemu pada pertandingan kedua babak penyisihan Grup F pada Sabtu (22/6/2024) di Stadion BVB Dortmund (Signal Iduna Park).

Conceicao mencetak gol hanya beberapa detik setelah menggantikan gelandang Vitinha. Begitu masuk lapangan, penyerang Porto itu langsung menuju kotak penalti saat timnya menyerang. Conceicao berdiri di depan bek tengah Robin Hranac.

Saat itu, gelandang pengganti Pedro Neto melepaskan tembakan dari sisi kanan pertahanan Ceko. Bola sempat ditahan oleh Hranac yang jatuh berlutut dan memantul ke arah Conceicao yang kemudian menyambarnya dan mencetak gol. Posisi Hranac yang berlutut membuatnya tidak bisa bereaksi cepat untuk menghalau tembakan Conceicao. Posisi Hranac yang terjatuh juga menghalangi pandangan kiper Jindrich Stanek sehingga sulit mencegah gol.

Hranac, bek Viktoria Plzen, juga menyebabkan keunggulan sementara tim Ceko menjadi tidak berarti karena gol bunuh diri pada menit ke-69. Gol tersebut terjadi karena tembakan Nuno Mendes yang dibelokkan dari penyelamatan Stanek. Namun, bola memantul dari kaki Hranac dan kembali masuk ke gawang, sehingga Stanek, kiper Slavia Praha, gagal melakukan penyelamatan lagi.

Gol bunuh diri tersebut terjadi tujuh menit setelah keunggulan “Narodak”, julukan Ceko. Tim asuhan Ivan Hasek unggul melalui gol indah dari gelandang sayap Lukas Provod pada menit ke-62. Gol tersebut berasal dari umpan bek Vladimir Coufal yang disambut dengan tendangan pertama melengkung dari luar kotak penalti. Bola meluncur cepat ke sudut kanan atas gawang yang tidak terjangkau kiper Diogo Costa dari Porto.

Dalam pertandingan itu, wasit Marco Guida dari Italia menganulir gol Portugal pada menit ke-88. Gol tersebut berasal dari tembakan sayap penyerang Diogo Jota. Pemain Ceko protes karena menganggap posisi penyerang dan kapten Cristiano Ronaldo offside. Setelah pemeriksaan asisten wasit video (VAR), Guida menganulir gol Jota.

Saya harus mengakui, ada kekecewaan besar karena tidak bisa menyelesaikan pekerjaan, padahal keunggulan sudah di depan mata.

Meski anulir gol oleh VAR mewarnai pertandingan, Portugal pantas menjadi pemenang. Menurut situs UEFA, tim yang dilatih Roberto Martinez mendominasi penguasaan bola hingga 70 persen. Portugal melepaskan 19 tembakan, hampir empat kali lipat dari lima tembakan Ceko. Delapan tembakan mengarah ke gawang, tujuh di antaranya diblok oleh kiper Stanek.

Agresivitas juga terlihat dari 13 tendangan sudut Portugal berbanding nol milik Ceko. Portugal melakukan 718 umpan, hampir tiga kali lipat dari 251 umpan yang dilakukan tim asuhan Ivan Hasek.

Meskipun statistik tidak seimbang, Portugal dan Ceko bertarung sengit. Kemenangan Portugal berarti memperpanjang dominasi mereka atas Ceko menjadi lima kemenangan dan satu kekalahan. Kekalahan 0-1 diderita pada Piala Eropa 1996 di Inggris. Sejak itu, Ceko selalu menyerah dalam tiga pertemuan Euro dan dua pertandingan Liga Bangsa-Bangsa (UEFA Nations League). Portugal mencetak 12 gol sementara Ceko hanya kebobolan 3 gol.

Dalam pertandingan itu, Martinez dan Hasek sama-sama menguji strategi dan taktik dalam formasi 3-5-2. Meski tidak menghasilkan gol, duet penyerang Ronaldo (Al-Nassr) dan Rafael Leao (AC Milan) lebih agresif dan merepotkan pertahanan Ceko yang dikawal Ladislav Krejci, Hranac, dan Tomas Holes.

Di sisi Ceko, duet penyerang Patrik Schick (Bayer Leverkusen) dan Jan Kuchta (Sparta Prague) juga tidak memberikan kontribusi berarti untuk gol. Schick dan Kuchta tidak terlalu merepotkan pertahanan Portugal yang dikawal Pepe (Porto), pemain tertua di tim berusia 41 tahun, dibantu Diogo Dalot (Manchester United) dan Ruben Dias (Manchester City).

Meski tidak menyumbang gol, kemenangan ini sangat berarti bagi Ronaldo yang telah tampil dalam 26 pertandingan final Euro. Penampilan melawan Ceko memperpanjang rekornya. Ronaldo melepaskan setidaknya tiga tembakan untuk menambah koleksi 895 gol, 130 di antaranya untuk Portugal. Di Piala Eropa, Ronaldo memegang rekor pencetak gol terbanyak (14 gol) dalam enam edisi turnamen sejak 2000.

Kekalahan ini seolah membuktikan kekhawatiran Hasek mengenai kualitas Ronaldo dan Portugal secara umum sebelum pertandingan. Hasek sebelumnya menyatakan bahwa Ronaldo sendiri bisa merepotkan, apalagi Portugal yang dipenuhi bintang dari klub-klub besar Eropa.

"Saya harus mengakui, ada kekecewaan besar karena tidak bisa menyelesaikan pekerjaan, padahal keunggulan sudah di depan mata. Kami bisa menyulitkan Portugal, salah satu tim terbaik dunia," kata Hasek setelah pertandingan.

© 2026 - Semua hak dilindungi undang-undang. PT dengan modal Rp 10.000.000.000. Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan 12190