Abstrak
Lansia di Indonesia mengalami peningkatan populasi yang signifikan, sering disertai dengan penurunan fungsi otak dan risiko demensia. SENADA (Senam Otak) muncul sebagai pendekatan potensial untuk meningkatkan fungsi kognitif pada lansia melalui gerakan sederhana. Penelitian dan informasi lebih lanjut diperlukan untuk mendukung penggunaannya dalam praktik perawatan kesehatan lansia. Penelitian ini menggunakan pendekatan laporan kasus dengan asuhan keperawatan untuk mengevaluasi efektivitas SENADA pada individu lansia dengan demensia. Intervensi dilakukan secara teratur dengan pengumpulan data terstruktur menggunakan MMSE. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas SENADA dalam meningkatkan fungsi kognitif pada lansia dengan demensia melalui pendekatan laporan kasus dengan asuhan keperawatan. Intervensi diberikan dua kali sehari selama lima menit. Data dikumpulkan melalui wawancara, intervensi, evaluasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa terapi SENADA pada pasien efektif untuk meningkatkan fungsi kognitif pada lansia, yang dibuktikan dengan perubahan hasil MMSE dari gangguan kognitif sedang menjadi tidak ada gangguan kognitif.
Kata Kunci
lansia, SENADA, fungsi kognitif, senam otak