Maafkan Aku, Kekasih, Karena Aku Telah Berdosa
Maafkan aku, kekasih, karena aku telah berdosa.
Dan meleleh di lidah pedangmu seperti madu.
Kutelan debumu menjadi kulit yang melebur,
Dan kau buat malamku yang berbintang menjadi cerah.
Kau lukis potretku yang busuk dengan emas
Seperti Midas, dengan tanganmu.
Kau tulis hal-hal yang sebaiknya tak terungkap
Saat kau mengurai helai rambutku.
Tapi Midas tak tahu rasa madu.
Dan aku lahir di musim dingin; aku tak suka cerah.
Dari emas menjadi karat dan debu menjadi debu,
Sama seperti manusia pertama.
Maafkan aku, kekasih, karena aku telah berdosa,
Dan aku tak bisa membedakan debu dari pasir.
Mahkota ikal yang kau kenakan,
Kutukan abadi yang tak akan pernah ditarik kembali.
Dan kutukan mutiara cokelatmu
Melancarkan perang atas yang kalah.
Pengakuanku adalah semua yang bisa kuberikan.
Jadi, kekasih, maukah kau memaafkan?
Akan kutancapkan kayu ini di dadaku
Dan menenggelamkan kebajikanku untuk beristirahat.
Aku akan melupakan namaku dan cara berdoa.
Dari tali yang kencang, aku akan tersesat.
Maafkan aku, kekasih, atas semua tipu dayaku.
Kau membawaku paling dekat dengan Tuhan.