Ini 15 Alat Fiber Optik dan Fungsinya yang Wajib Diketahui Network Engineer
Fiber optik atau serat optik adalah media transmisi berbasis cahaya yang digunakan untuk mengirimkan data berkecepatan tinggi. Berbeda dengan kabel konvensional yang mengandalkan arus listrik, fiber optik menggunakan sinar cahaya untuk mengirim data, sehingga mampu menghadirkan kecepatan dan kestabilan yang jauh lebih baik. Teknologi fiber optik menjadi pilihan utama dalam dunia sistem telekomunikasi karena memiliki lebar jalur (bandwidth) yang besar sehingga bisa mengalirkan data lebih banyak dan cepat.
Bukan hanya kabel, di dunia fiber optik juga memiliki beberapa alat, sebagai berikut:
1. Fusion Splicer
Fusion splicer atau penghubung serat optik berfungsi untuk menyambungkan core serat optik dengan bahan dasar kaca. Alat ini juga mengimplementasikan daya listrik yang diubah menjadi sinar laser untuk memanasi kaca yang terputus pada core sehingga bisa terhubung kembali.
2. Stripper atau Miller
Alat ini berguna untuk memotong dan mengupas kulit dan daging kabel.
3. Cleaver
Cleaver berfungsi untuk memotong core yang kulit kabel optiknya sudah terkelupas agar serat kacanya terpotong rapi.
4. Optical Power Meter (OPM)
Optical Power Meter berfungsi untuk mengukur daya sinyal cahaya yang masuk ke dalam kabel. OPM memiliki interface FC yang berhubungan langsung dengan pathcore FC. Rumus yang biasa digunakan adalah (TX – RX = ... dB) dibagi jarak (Km).
5. Optical Time Domain Reflectometer (OTDR)
OTDR berfungsi untuk mendeteksi kumpulan kabel serat optik dalam jarak tempuh tertentu sehingga mampu menghasilkan jarak dari dua sisi yang merupakan ukuran gangguan. Alat ini memudahkan perbaikan saat troubleshooting karena kemampuannya menemukan lokasi gangguan.
6. Light Source
Light source berfungsi untuk memberikan sinyal pada jalur yang akan dilalui sensor cahaya.
7. Optical Fiber Identifier
Optical Fiber Identifier berfungsi untuk mengetahui arah sinyal dan besar daya yang dilaluinya.
8. Visual Fault Locator
Sebutan lain alat ini adalah Laser Fiber Optik atau senter fiber optik. Fungsinya untuk melakukan pengetesan pada core fiber optik.
9. Bit Error Rate Test
Bit Error Rate (BER) adalah ukuran integritas sinyal telekomunikasi berdasarkan kuantitas atau persentase bit yang ditransmisikan secara tidak benar. BER Test berfungsi untuk memeriksa dan mengetahui sinyal yang eror pada serat optik TX atau RX melalui pengiriman paket dan lup.
10. Fiber Optic Adaptor
Adaptor atau Coupler Fiber Optik adalah konektor khusus untuk pemasangan presisi kedua ujung kabel serat optik. Adaptor menggunakan desain sederhana: dua ujung kabel dengan konektor masuk ke dalam dua slot yang berhadapan untuk menyelaraskan kedua ujungnya sehingga tidak ada kehilangan sinyal. Fiber Optik Adapter digunakan untuk menyambungkan kabel fiber optik satu dengan yang lain. Jika penyambungan dilakukan terhadap kabel dengan konektor berbeda, disebut fiber optik adapter hibrid atau Special Adapter.
Jenis-jenis Fiber Optic Adaptor:
- FC Fiber Optic Adapter
- SC Fiber Optic Adapter
- LC Fiber Optic Adapter
- ST Fiber Optic Adapter
11. Splitter Optic
Splitter optic merupakan komponen pasif yang berfungsi memisahkan daya optik dari satu input serat ke beberapa output serat. Splitter pada PON bersifat pasif karena optimasi tidak dilakukan terhadap daya yang digunakan, sehingga sifatnya idle dan membagi daya optik sama rata.
12. Fiber Node
Fiber node adalah titik terminasi antara jaringan optik dengan jaringan koaksial. Alat ini berupa perangkat optoelektronik yang mengubah sinyal optik dari distribution hub menjadi sinyal elektrik untuk diteruskan ke rumah pelanggan melalui kabel koaksial dan sebaliknya. Alat ini banyak diaplikasikan pada sistem jaringan TV Kabel dengan teknologi HFC (Hibrid Fiber Coaxial).
13. Pigtail Fiber Optic
Pigtail fiber optic merupakan sepotong kabel yang hanya mempunyai satu konektor pada ujungnya. Pigtail akan disambungkan dengan kabel fiber yang belum memiliki konektor. Biasanya dipasang di OTB (Optical Distribution Box) dan disambung dengan tarikan kabel Optik.
14. Optical Termination Box (OTB)
Optical Termination Box berfungsi sebagai pendistribusian fiber seperti FDF yang menampung maksimum 72 core. Alat ini juga menghubungkan kabel serat optik indoor maupun outdoor dan patchcord. OTB dapat dipasang di dinding maupun tiang.
15. Joint Closure Optic
Joint Closure berfungsi untuk menaruh hasil sambungan dari fiber optik, misalnya kabel yang putus karena terpotong atau terbakar sehingga disambung dan hasil splicing ditaruh di Closure. Kapasitas Closure bervariasi, mulai dari 6, 12, 24, 48, hingga 256 core.
Kesimpulan
Demikian penjelasan dari beberapa alat fiber optik yang memiliki fungsi berbeda. Dunia fiber optik bukan hanya membahas tentang kabel, tetapi juga alat-alat yang digunakan untuk membantu mengoperasikan sistem fiber optik itu sendiri.