Funiculi Funicula (Kōhī Ga Samenai Uchi Ni - Sebelum Kopi Menjadi Dingin)
Funiculi Funicula adalah buku pertama dari serial Before The Coffee Gets Cold karya Toshikazu Kawaguchi. Berlatarkan kafe tua kecil di Tokyo, seri ini menawarkan kisah-kisah menghangatkan hati dari tokoh-tokoh di dalamnya. Kafe tua yang terletak di gang kecil di bawah gedung lain itu tidak memerlukan pendingin untuk menyejukkan ruangan. Tidak begitu ramai, namun terkenal karena dapat membawa pengunjungnya menjelajahi waktu. Keajaiban kafe tersebut menarik seorang wanita yang ingin memutar waktu untuk berbaikan dengan kekasihnya, seorang perawat yang ingin membaca surat yang tak sempat diberikan suaminya yang sakit, seorang kakak yang ingin menemui adiknya untuk terakhir kali, dan seorang ibu yang ingin bertemu dengan anak yang mungkin takkan pernah dikenalnya. Namun ada banyak peraturan yang harus diingat: satu, mereka harus tetap duduk di kursi yang telah ditentukan; dua, apa pun yang mereka lakukan di masa yang didatangi tidak akan mengubah kenyataan di masa kini; tiga, mereka harus menghabiskan kopi khusus yang disajikan sebelum kopi itu dingin. Rentetan peraturan lainnya tidak menghentikan orang-orang itu untuk menjelajahi waktu. Akan tetapi, jika kepergian mereka tidak mengubah satu hal pun di masa kini, layakkah semua itu dijalani?
Informasi Buku
- Format: Soft Cover
- Tebal: 224 Halaman
- ISBN: 9786020651927
- Tanggal Rilis: April 2021
- Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
- Bahasa: Indonesia
- Panjang: 20,0 cm
- Lebar: 13,5 cm
- Berat: 0,45 kg
Ulasan Produk
Rating: 5.0/5 (3 ulasan)
Ulasan 1
"Dari buku ini, saya belajar menghargai setiap waktu yang ada. Buku ini membuat saya terharu dengan cerita-ceritanya dan membuat saya penasaran tentang kisah selanjutnya."
Ulasan 2
"Saya belajar banyak hal dari buku ini. Saya belajar bahwa beberapa perpisahan tidak perlu diperbaiki, hanya perlu dipahami. Bahasa dan diksi yang mudah juga memudahkan memahami buku ini. Suka buku ini."
Ulasan 3
"Sudah lama punya novel ini tapi belum dibaca, sampai akhirnya saya baca karena penasaran. Saya sangat menyukainya! Andai di dunia nyata kita juga punya kafe seperti ini, cukup membuat saya menangis sedikit."