Image description
kasino warkop lahir dimana
Profil Kasino - Aktor dan Komedian

Profil Kasino

Kasino Hadiwibowo, yang lebih dikenal sebagai Kasino Warkop, adalah seorang komedian legendaris Indonesia. Bersama Dono dan Indro, ia membentuk trio lawak yang selalu berhasil menghibur penonton dengan lelucon konyolnya. Kasino lahir di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah pada 15 September 1950, namun menghabiskan masa kecilnya bersekolah di Jakarta. Ia menikahi Amarmini dan dikaruniai seorang anak perempuan bernama Hanna Kasino. Kesehatan Kasino mulai menurun ketika ia mengalami kolaps pada November 1996 di Bandung, akibat tumor otak. Kondisinya semakin memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada 18 Desember 1997 pukul 23.00 WIB di RS Cipto Mangunkusumo, setelah dirawat selama dua pekan.

Riwayat Pendidikan

Meskipun dikenal sebagai pelawak, Kasino memiliki latar belakang pendidikan yang baik untuk ukuran zamannya. Ia menempuh pendidikan dasar di SDN Budi Utomo, Jakarta dan lulus pada 1963. Kemudian melanjutkan ke SMPN 51 Cipinang hingga 1966, dan SMAN 22 Jatinegara hingga lulus pada 1969. Setelah itu, ia melanjutkan ke Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Indonesia, mengambil jurusan Administrasi Niaga. Semasa kuliah, ia dipanggil Seky, yang berarti si pesek. Kasino berhasil meraih gelar sarjana pada 1979.

Riwayat Karier

Awalnya, Kasino dan keluarganya tidak pernah membayangkan ia akan menjadi pelawak. Namun, sejak kecil ia sudah humoris dan suka usil. Saat menjadi mahasiswa, ia bertemu dengan Nanu Mulyono dan Wahjoe Sardono (Dono Warkop). Banyolan mereka semakin berkembang. Karier mereka bermula saat kongkow di radio Prambors, mengobrol santai seperti di warung kopi. Acara tersebut mendapat sambutan hangat, dan mereka dikenal sebagai Warkop Prambors atau Trio DKI. Grup ini dibentuk oleh Nanu Mulyono, Rudy Badil, Wahjoe Sardono, Kasino Hadiwibowo, dan Indrojojo Kusumonegoro (Indro). Kesuksesan pertama mereka lewat acara Obrolan Santai di Warung Kopi garapan Temmy Lesanpura, disiarkan setiap Jumat malam. Awalnya, Radio Prambors meminta Hariman Siregar untuk mengisi acara, lalu ia menunjuk Kasino dan Nanu. Mereka kemudian merambah panggung. Rudy Badil mengundurkan diri karena demam panggung. Penampilan pertama mereka pada 1976 dalam acara perpisahan di SMA IX di Hotel Indonesia masih kurang memuaskan, namun mereka mendapat uang transport Rp 20 ribu. Setelah itu, mereka tampil di Tropicana dan perlahan jam terbang mereka bertambah. Warkop Prambors diundang sebagai bintang tamu di acara Terminal Musikal asuhan Mus Mualim, dan honor mereka meroket hingga Rp 1 juta per pertunjukan. Mereka kemudian mengganti nama menjadi Warkop DKI untuk menghindari royalti ke Radio Prambors. Setelah panggung, mereka mulai membintangi film komedi, rata-rata dua film per tahun dengan honor Rp 15 juta per film. Film-film mereka laris. Saat era televisi swasta, mereka memulai serial TV sendiri. Selain sebagai pelawak, Kasino juga pernah menjadi Direktur Klinik Spesialis Rawamangun hingga 1983. Ia meninggal di usia 47 tahun karena tumor otak. Kasino dikenal hobi mendaki gunung dan merupakan anggota Mapala UI.

Film

Banyak film Warkop DKI tidak diedarkan secara internasional karena masalah hak cipta, yaitu penggunaan musik Henry Mancini tanpa izin. Film-film mereka dirilis dua kali setahun bertepatan dengan libur Idul Fitri dan tahun baru. Berikut beberapa film yang dibintangi Kasino:

  • Mana Tahaaan... (1979) bersama Elvy Sukaesih, Rahayu Effendi, Kusno Sudjarwadi
  • Gengsi Dong (1980) bersama Camelia Malik, Zainal Abidin, M. Pandji Anom
  • GeEr - Gede Rasa (1980) bersama Dorman Borisman, Ita Mustafa, Itje Trisnawati
  • Pintar Pintar Bodoh (1980) bersama Eva Arnaz, Debby Cynthia Dewi, Dorman Borisman
  • Manusia 6.000.000 Dollar (1981) bersama Eva Arnaz, Dorman Borisman, A. Hamid Arief
  • IQ Jongkok (1981) bersama Enny Haryono, Marissa Haque, Bokir
  • Setan Kredit (1982) bersama Minati Atmanegara, Nasir, Alicia Djohar
  • Chips (1982) bersama Sherly Malinton, Tetty Liz Indriati, M. Pandji Anom
  • Dongkrak Antik (1983) bersama Meriam Bellina, Mat Solar, Pietrajaya Burnama
  • Maju Kena Mundur Kena (1983) bersama Eva Arnaz, Lydia Kandou, Us Us
  • Pokoknya Beres (1983) bersama Eva Arnaz, Lydia Kandou, Us Us
  • Tahu Diri Dong (1984) bersama Eva Arnaz, Lydia Kandou, Us Us
  • Itu Bisa Diatur (1984) bersama Ira Wibowo, Lia Warokka, Aminah Cendrakasih
  • Kesempatan Dalam Kesempitan (1985) bersama Lydia Kandou, Nena Rosier, Lia Warokka, Leily Sagita, Kaharuddin Syah
  • Gantian Dong (1985) bersama Ira Wibowo, Lia Warokka, Advent Bangun
  • Sama Juga Bohong (1986) bersama Ayu Azhari, Nia Zulkarnaen, Chintami Atmanegara
  • Atas Boleh Bawah Boleh (1986) bersama Eva Arnaz, Dian Nitami, Wolly Sutinah
  • Depan Bisa Belakang Bisa (1986) bersama Eva Arnaz, HIM Damsyik
  • Makin Lama Makin Asyik (1987) bersama Meriam Bellina, Susy Bolle, Timbul
  • Saya Suka Kamu Punya (1987) bersama Doyok, Didik Mangkuprojo
  • Jodoh Boleh Diatur (1988) bersama Raja Ema, Silvana Herman, Nia Zulkarnaen
  • Malu-Malu Mau (1988) bersama Nurul Arifin, Suyadi, Sherly Malinton
  • Godain Kita Dong (1989) bersama Lisa Patsy, Ida Kusumah, Tarsan
  • Sabar Dulu Doong...! (1989) bersama Anna Shirley, Pak Tile, Eva Arnaz
  • Mana Bisa Tahan (1990) bersama Nurul Arifin, Zainal Abidin, Sally Marcellina
  • Lupa Aturan Main (1991) bersama Eva Arnaz, Fortunella, Hengky Solaiman
  • Sudah Pasti Tahan (1991) bersama Nurul Arifin, Sherly Malinton
  • Bisa Naik Bisa Turun (1992) bersama Kiki Fatmala, Fortunella, Fritz G. Schadt, Gitty Srinita
  • Masuk Kena Keluar Kena (1992) bersama Kiki Fatmala, Fortunella, Sally Marcellina
  • Salah Masuk (1992) bersama Fortunella, Gitty Srinita, Tarida Gloria, Angel Ibrahim
  • Bagi-Bagi Dong (1993) bersama Kiki Fatmala, Inneke Koesherawati
  • Bebas Aturan Main (1993) bersama Lella Anggraini, Gitty Srinita, Diah Permatasari
  • Saya Duluan Dong (1994) bersama Diah Permatasari, Gitty Srinita, HIM Damsyik
  • Pencet Sana Pencet Sini (1994) bersama Sally Marcellina, Pak Tile, Taffana Dewi
© 2026 - Semua hak dilindungi undang-undang. PT dengan modal Rp 10.000.000.000. Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan 12190