KUNTAWIJAYA NDANU
KUNTAWIJAYA NDANU, atau sering disebut Konta Jaya, adalah senjata sakti milik Adipati Karna, pemberian Dewa Indra. Senjata ini memiliki daya hancur luar biasa, tetapi dengan batasan besar—hanya bisa digunakan sekali seumur hidup.
Pada awalnya, Konta Jaya disiapkan untuk membunuh Arjuna. Namun, nasib berkata lain. Karna terpaksa menggunakan senjata ini untuk membunuh Gatutkaca, putra Bima.
Pada hari ke-14 Perang Baratayudha, Gatutkaca mengamuk di medan perang setelah mendengar bahwa adiknya, Abimanyu, gugur dengan cara yang brutal. Dalam kemarahannya, ia menghancurkan barisan Kurawa tanpa ampun, membuat pasukan Astina kalang kabut.
Para Kurawa pun memaksa Karna untuk segera menggunakan pusaka sakti Indrastra, yakni Konta Wijaya Danu, untuk menghentikan Gatutkaca. Namun, Karna awalnya menolak. Ia tahu betul bahwa senjata ini hanya bisa digunakan sekali dan telah ia persiapkan untuk mengakhiri nyawa Arjuna. Tetapi, karena terus didesak, ia akhirnya melepaskan panah Konta ke arah Gatutkaca.
Gatutkaca bukanlah manusia biasa. Tubuhnya terdiri dari otot kawat, tulang besi, dan sumsum gegala, serta dadanya dilapisi lempengan baja. Tak ada senjata manusia yang mampu melukai tubuhnya. Namun, Konta Wijaya Danu adalah senjata kadewatan—senjata pemberian dewa yang memiliki kekuatan di luar nalar. Panah sakti itu menembus dada Gatutkaca, hingga tubuhnya yang perkasa terhuyung dan jatuh dari langit, meninggalkan ledakan dahsyat yang mengguncang medan perang.
Dalam versi lain, panah Konta tidak bisa menembus dadanya, tetapi langsung menuju pusarnya. Hal ini berkaitan dengan takdir Gatutkaca sejak bayi—saat lahir, warangka panah Konta sudah berada di dalam pusarnya untuk memotong tali pusarnya. Takdir pun berulang, dan akhirnya, panah sakti itu kembali ke tempat asalnya, menembus pusar dan mengakhiri hidupnya.
Dengan kematian Gatutkaca, Arjuna terselamatkan, tetapi Karna kehilangan satu-satunya pusaka yang bisa membunuhnya. Hal ini menjadi salah satu faktor kekalahan Karna dalam duel terakhir melawan Arjuna.