Mengenal Odd-Even Pricing
Odd-even pricing (OEP) adalah strategi penentuan harga. Ia merupakan bagian dari psychological pricing. OEP terdiri dari dua strategi. Keduanya punya tujuan berbeda, namun sama-sama bertujuan memengaruhi persepsi konsumen. Strategi ini bisa dilakukan oleh pelaku industri apa saja, sering dijumpai dalam industri retail, restoran, hingga e-commerce.
1. Odd Pricing
Pernahkah kamu melihat barang seharga Rp9.999 di pasar swalayan? Atau HP dengan harga Rp6.999.999? Ini adalah bagian dari odd pricing, di mana angka terakhir adalah 9, angka ganjil. Strategi ini membuat calon konsumen fokus pada angka pertama. Misalnya, HP seharga Rp6.999.999 menciptakan ilusi harga Rp6 juta, bukan mendekati Rp7 juta. Odd pricing bisa membuat harga terlihat murah dan mendorong ilusi diskon. Dulu, angka tidak bulat memaksa petugas kasir membuka mesin kasir untuk mengambil kembalian, yang dihitung sebagai satu penjualan. Sekarang, strategi ini semata-mata untuk ilusi harga murah.
2. Even Pricing
Jika odd pricing memicu kesan terjangkau, even pricing bertujuan sebaliknya. Misalnya, harga Rp82.000 dengan akhiran nol (angka genap). Pelanggan tergiur dengan harga mahal yang memberi kesan mewah. Ini sering digunakan merek high end karena kesan mahal adalah bagian dari pesona merek.
3. Kombinasi Keduanya
Meskipun OEP terdiri dari dua strategi berbeda, kamu bisa mengombinasikannya. Misalnya, merek mewah yang sedang diskon menggunakan odd pricing untuk barang diskon, dan even pricing untuk barang nondiskon. Penggunaan dua strategi ini memperkuat persepsi: harga normal terlihat semakin mahal, harga diskon terlihat sangat murah. Trik ini juga bisa diterapkan untuk barang clearance sale, lini produk low budget, dan lain-lain.
Strategi Psychological Pricing Lainnya
Odd-even pricing adalah bagian dari psychological pricing. Selain OEP, masih ada strategi lain, di antaranya:
1. Batas Waktu
Strategi batas waktu umum di e-commerce, seperti diskon hanya berlaku pada Hari Belanja Online Nasional. Diskon terbatas waktu membuat calon pelanggan tergiur untuk segera membeli sebelum diskon berakhir.
2. BOGOF (Buy One Get One Free)
BOGOF berarti beli 1 gratis 1. Strategi ini menarik karena pelanggan mendapatkan lebih banyak barang dengan harga satu. Variasi lain: beli 1 seharga Rp10 ribu, beli 2 seharga Rp13,5 ribu.
Itulah dua strategi tambahan. Masih banyak strategi psychological pricing lainnya yang dapat dipelajari.