Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanganan pasca panen dan besarnya biaya pasca panen serta menganalisis nilai tambah dari usaha penggilingan padi di Kota Terpadu Mandiri Mesuji. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Penelitian dilaksanakan di desa Tanjung Mas Mulya, Tanjung Mas Makmur, dan Pangkal Mas Mulya, Kecamatan Mesuji Timur. Sampel penelitian ini adalah petani dan agroindustri. Jumlah sampel adalah 37 petani di Desa Tanjung Mas Mulya, 22 petani di Desa Pangkal Mas Mulya, dan 9 petani di Desa Tanjung Mas Makmur, sedangkan sampel dari agroindustri adalah 5 pemilik dari Desa Tanjung Mas Mulya, 4 dari Desa Pangkal Mas Mulya, dan 2 dari Desa Tanjung Mas Makmur. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juni hingga Juli 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan pasca panen oleh petani terbatas pada transportasi. Jumlah biaya panen dan biaya pasca panen adalah Rp3.513.359,97 per hektar. Rata-rata nilai tambah pada agroindustri yang menggunakan mesin box dryer adalah Rp629,97 per kilogram bahan baku dan Rp525,68 per kilogram bahan baku untuk agroindustri yang tidak menggunakan mesin box dryer.
Kata Kunci
nilai tambah, pasca panen, penggilingan padi
Penulis
Ahmad Hafidz Afif Furqoni, Dwi Haryono, Sumaryo Gitosaputro (Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung)
DOI
10.23960/jiia.v9i1.4981
Informasi Artikel
Volume 9 Nomor 1 (2021), Diterbitkan 2021-02-01
Cara Mengutip
Furqoni, A. H. A., Haryono, D., & Gitosaputro, S. (2021). Analisis Biaya Pasca Panen dan Nilai Tambah Penggilingan Padi di Kota Terpadu Mandiri Kabupaten Mesuji. Jurnal Ilmu Ilmu Agribisnis: Journal of Agribusiness Science, 9(1), 161–168. doi