Doa Ziarah dan Baiat kepada Imam Mahdi (as)
Dan jauhkanlah kami dari kemaksiatan kepada-Nya, dan karuniakanlah kepada kami keridhaan-Nya, berikanlah kepada kami kasih sayang, rahmat, doa, dan kebaikan dari-Nya, yang dengannya kami meraih keluasan rahmat-Mu dan kemenangan di sisi-Mu. Jadikanlah shalat kami diterima berkatnya, dosa-dosa kami diampuni berkatnya, doa kami dikabulkan berkatnya, rezeki kami dilapangkan berkatnya, kekhawatiran kami dihilangkan berkatnya, dan kebutuhan kami dipenuhi berkatnya. Hadapkanlah wajah-Mu yang mulia kepada kami, terimalah kedekatan kami kepada-Mu, dan pandanglah kami dengan pandangan rahmat yang dengannya kami meraih kemuliaan di sisi-Mu, kemudian janganlah Engkau palingkan pandangan itu dari kami dengan kemurahan-Mu. Berilah kami minum dari telaga kakeknya (saw) dengan cawan dan tangannya, minuman yang segar, nikmat, dan lezat, yang tidak ada rasa haus setelahnya, wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.
Kemudian laksanakanlah shalat ziarah yang telah disebutkan sebelumnya, lalu berdoalah dengan apa yang engkau sukai, niscaya akan dikabulkan bagimu insya Allah Ta'ala.
Perkara Kedua: Ziarah Harian Setelah Shalat Fajr
Ya Allah, sampaikanlah kepada tuanku, Pemilik Zaman (saw), dari seluruh mukminin dan mukminat di timur dan barat bumi, di darat dan di laut, di dataran dan di pegunungan, yang masih hidup maupun yang telah mati, dan dari kedua orang tuaku, anak-anakku, dan dariku, shalawat dan penghormatan seberat ‘Arsy Allah, sebanyak tinta kalimat-kalimat-Nya, sebanyak keridhaan-Nya, dan sebanyak bilangan yang dihitung oleh kitab-Nya dan meliputi ilmu-Nya. Ya Allah, sungguh aku perbaharui untuknya pada hari ini dan setiap hari suatu janji, ikrar, dan baiat yang ada di leherku. Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memuliakanku dengan kemuliaan ini, mengutamakanku dengan keutamaan ini, dan mengkhususkanku dengan nikmat ini, maka bershalawatlah kepada tuanku dan pemimpinku, Pemilik Zaman, dan jadikanlah aku termasuk para penolongnya, para pembelanya, dan para pembelanya, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mati syahid di hadapannya dalam keadaan taat, bukan terpaksa, dalam barisan yang Engkau sifatkan penghuninya dalam kitab-Mu, lalu Engkau berfirman: '(Mereka) dalam barisan yang teratur bagaikan bangunan yang kukuh' (QS. Ash-Shaff: 4) dalam ketaatan kepada-Mu dan ketaatan kepada Rasul-Mu dan keluarganya (as). Ya Allah, ini adalah baiat untuknya di leherku hingga hari …
[1] Sumber: Misbah al-Za'ir, hlm. 446-453.
[2] Redaksi lain: "dan anak-anakku".
[3] Redaksi lain: "sesungguhnya aku".
[4] QS. Ash-Shaff [61]: 4.