Cara Budidaya Buah Naga
Budidaya buah naga dapat dilakukan di pot maupun di lahan biasa. Buah ini terdiri dari empat jenis, yaitu buah dengan kulit merah dan daging putih, buah dengan kulit merah dan daging merah, buah dengan kulit merah dan daging merah keunguan, serta buah naga dengan kulit kuning. Buah naga dikenal kaya akan antioksidan yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, stamina, dan menjaga kesehatan. Harganya yang relatif mahal membuat budidaya buah naga menjadi peluang usaha yang menguntungkan.
Lahan serta tiang penopang
Pada awalnya, siapkan lahan terlebih dahulu. Kemudian, siapkan tiang penopang yang akan menjadi batang cadangan bagi tanaman naga. Pilih tiang beton atau kayu berukuran 10 cm x 10 cm dengan tinggi 2 meter, yang ditancapkan ke dalam tanah sedalam setengah meter. Pasang besi berbentuk lingkaran di ujung tiang untuk menahan batang tanaman. Buat lubang tanam berukuran 40 cm pada setiap sisi panjang, lebar, dan tinggi dengan jarak tanam 2 m x 2,5 m. Dalam satu hektar tanah, dapat dibuat hingga 2000 lubang. Setiap pohon atau tiang penopang membutuhkan 3 hingga 4 lubang tanam dengan jarak 30 cm dari tiang penyangga. Berikan pupuk kandang sebanyak 5 hingga 10 kg yang dicampur dengan media tanah.
Bibit serta penanaman
Ada dua teknik budidaya buah naga, yaitu stek dan biji. Jika memilih biji, bibit dapat ditanam setelah berusia 3 bulan. Teknik stek membutuhkan batang tanaman sepanjang 25 hingga 30 cm.
Pengairan serta pemupukan
Selanjutnya adalah tahap perawatan. Pengairan dilakukan satu hingga dua hari sekali, namun jangan berlebihan. Pupuk kandang dapat ditebar setiap tiga bulan sekali dengan ukuran 5 hingga 10 kg.
Pembersihan gulma
Jangan lupa membersihkan gulma secara rutin agar pertumbuhan tanaman lebih optimal.
Pemangkasan
Jika batang tanaman naga sudah mencapai tinggi 2 meter atau setinggi tiang penyangga, lakukan pemangkasan. Kemudian munculkan dua batang atau cabang sekunder, lalu dari situ batang ditumbuhkan hingga terbentuk dua cabang lagi yang disebut cabang tersier.