Abstrak
Radar merupakan sistem gelombang elektromagnetik yang digunakan untuk mendeteksi, mengukur jarak dan memetakan benda-benda seperti kapal laut, pesawat terbang dan kendaraan bermotor. Daerah cakupan radar dapat ditentukan dari bandwidth, daya pancar, propagasi sinyal, gain, beamwidth dan polarisasi antena. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia telah berhasil membuat radar pengawas pantai dengan antena mikrostrip 8 modul dengan 64 patch. Karena terdiri dari 8 modul, maka antena harus menggunakan power combiner untuk menggabungkan kedelapan modulnya yang akan menimbulkan kesulitan secara mekanis. Salah satu solusi untuk mengatasi ini dengan menggunakan antena slot waveguide yang dapat dirancang dalam satu modul, sehingga tidak diperlukan lagi power combiner.
Pada proyek akhir ini membahas tentang antena slot waveguide 16 slot pada frekuensi x-band (9,4 GHz) yang merupakan pengembangan dari antena slot waveguide 8 slot. Antena ini merupakan sub-array yang dapat dikembangkan menjadi antena slot waveguide 64 slot. Pada antena slot waveguide 8 slot, beamwidth yang dihasilkan kurang sempit dan gain yang dihasilkan kurang besar. Dalam merancang antena slot waveguide 16 slot, posisi dan dimensi slot serta pencatu akan mempengaruhi pola radiasi antena, sehingga untuk mendapatkan parameter antena yang diinginkan dilakukan karakterisasi pada slot dan pencatu.
Hasil dari antena slot waveguide 16 slot didapatkan pada frekuensi x-band (9,4 GHz) dengan VSWR ≤ 1,5. Bandwidth yang dicapai adalah 60 MHz, beamwidth horizontal sebesar 19° dan gain antena sebesar 12,93 dBi. Hasil tersebut memenuhi spesifikasi antena aplikasi radar pengawas pantai dengan beamwidth yang sempit serta gain yang cukup besar.
Kata Kunci
antena slot waveguide, aplikasi radar pengawas pantai
Penulis
Raka Kusuma Landyanto
Tanggal Publikasi
2 Januari 2015