remi-bet
Kata ini berasal dari bahasa Prancis remis, partisip perfektif dari remettre (mengembalikan, menunda). Digunakan dalam permainan seperti lomber dan catur untuk menyatakan hasil seri, baik sebagai adjektif predikatif maupun nomina.
I. Sebagai Adjektif Predikatif (Permainan)
Menunjukkan permainan atau babak di mana tidak ada pemain yang menang; seri. Juga digunakan secara kiasan.
a. (remis, usang) dalam permainan lomber
Digunakan untuk menandakan bahwa tidak ada pemain yang mendapat lima trik. Pemain yang mendapat giliran main membayar taruhan kecil. Contoh: “Får Spelaren 4 stick .. (o.) när en af de andra och så vinner 4 .., så sätter Spelaren Bete och blifver satzen stående, som kallas Respuesta eller Remis.” (1745) Juga dalam kiasan: “Jag känner Karlen (dvs. friaren), lilla Lisa; / Kom vil vi väds han gör Remis!” (1763, tentang siapa yang akan memegang kendali dalam pernikahan).
II. Sebagai Nomina: Permainan Seri atau Hasil Seri
a. (remis(e), usang) dalam lomber
Permainan di mana tidak ada pemain yang menang; sering sulit dibedakan dari penggunaan adjektif. Contoh: “Hennes angelägnaste giöremål och viktigaste roo består i de orden: Remis, matador, todos &c.” (1734) Kadang-kadang digunakan untuk mencatat seri dalam protokol, misalnya dengan tanda berupa garis vertikal di atas garis horizontal (α).
α. Penandaan seri dalam protokol
Dalam lomber, seri ditandai dengan simbol tertentu dalam catatan permainan.
b. Dalam catur (atau dam)
Permainan berakhir seri. Contoh: “Ställningen var den, att han vunnit två partier och fått tre remier.” (1889) “Ställningen i spelet var sådan, att remi(e)n syntes oundviklig.”
Kata Majemuk (Permainan)
remi-bet (usang): Taruhan kecil yang dibayar oleh pemain yang mendapat giliran main dalam lomber saat terjadi seri; juga untuk kesalahan atau saat pemain “meletakkan taruhan”. (Lindskog 1847)
remi-parti: Partai seri dalam catur atau permainan lainnya. (Östergren 1936)
Turunan
remisera (verba, dalam catur): Bermain hingga seri; menyetujui hasil seri. Contoh: “Partiet Rabar-Panno remiserades efter 26 drag.” (DN 1955)