Image description
sand slot
Aplikasi Slotted Liner Completion sebagai Sand Control pada Sumur-Sumur Horizontal di Lapangan Attaka

Abstrak

Permasalahan operasional yang terkait dengan terproduksinya pasir serta partikel-partikel halus formasi lainnya sudah merupakan suatu persoalan klasik dilapangan-lapangan minyak dimanapun. Walaupun demikian, usaha-usaha yang dilakukan dalam rangka menanggulangi persoalan ini terkadang memiliki resiko serta biaya yang cukup tinggi. Seringkali usaha preventif dilakukan dengan cara memproduksi sumur dengan optimum rate dimana pasir tidak ikut terproduksi. Akan tetapi hal ini tidak selalu menjamin bahwa pada suatu saat nanti jika telah terjadi depletion atau perubahan tekanan di dalam reservoir, maka sumur akan tetap berproduksi tanpa terikutnya pasir. Jika problema pasir ini terjadi pada saat tekanan reservoir sudah rendah maka resiko serta biaya workover untuk penaggulangannya akan semakin mahal, dan mungkin tidak akan ekonomis dengan sisa cadangan minyak yang ada. Karena itu perencanaan dan pemilihan metoda penaggulangan masalah terproduksinya pasir ini harus dilakukan sedini mungkin dengan memperhatikan karakteristik dari reservoirnya. Dari sekitar 90 buah sumur horizonatal di lapangan Attaka, ada 6 (enam) buah sumur yang terakhir di bor menggunakan slotted liner sebagai pilihan metoda sand control. Disamping ongkosnya lebih murah, metoda ini dipilih karena lebih banyak memberikan jaminan terhadap kestabilan formasi sebagai konsekuensi dari perubahan tekanan dan besarnya pressure drop di horizontal section. Hasil test produksi menunjukan bahwa sumur-sumur yang menggunakan slotted liner mempunyai performance yang cukup baik dan cukup efektif dalam mencegah terproduksinya pasir secara dini.

Pendahuluan

Lapangan Attaka merupakan lapangan minyak Terbesar di Kalimantan Timur. Struktur geologinya terdiri dari endapan pasir dari Delta Mahakam yang berlapis lapis. Secara geografis, Attaka terletak kira-kira 25 Km dari arah timur laut Delta Mahakam di lepas pantai Kalimantan Timur. Mempunyai luas areal closur kira-kira 8000 acre. Jebakan hidrokarbonnya diidentifikasikan sebagai kombinasi dari antiklin, stratigraphy dan patahan yang sangat kompleks. Endapan hidrokarbon tersebar dalam cakupan ribuan kaki secara vertikal pada formasi batuan pasir dengan lingkungan pengendapan delta hingga laut dangkal (Gambar-1). Umumnya sedimentasi terjadi pada rentang waktu pertengahan hingga akhir Miocene (Gambar-2). Pada tahun 1970 berhasil mengebor sumur eksplorasi #1A dengan hasil test 11330 BOPD. Pemboran sumur Horizontal di Attaka dimulai sejak 1996, dengan tujuan utama untuk memproduksi minyak di lapisan-lapisan tipis pada formasi-formasi Deltaic dan Shallow. Beberapa kelebihan dan keuntungan dalam penerapan teknologi horizontal well di Attaka dapat di jelaskan sebagai berikut:

  • Mengurangi efek water coning
  • Menjangkau daerah pengurasan yang lebih luas
  • Menghasilkan rate produksi yang lebih tinggi serta mempercepat recovery
  • Mengurangi drawdown di sumur untuk mencegah runtuhnya formasi dan pergerakan partikel lepas

Walaupun masalah produksi pasir telah dicoba di antisipasi dengan penerapan sumur horizontal, namun pada kenyataannya masalah pasir masih kerapkali muncul dan menjadi problem operasional dalam sumur-sumur horizontal. Metoda komplesi yang digunakan umumnya adalah open hole dengan screen (wire wrapped screen), dimana tujuan utamanya adalah untuk mencegah masuknya pasir/partikel formasi kedalam lubang sumur. Namun beberapa sumur yang di bor di daerah-daerah yang tidak kompak menghasilkan produksi pasir yang cukup banyak, dan pada akhirnya sumur mengalami sand-blocking atau robeknya screen sebagai akibat dari produksi pasir yang berlebihan. Diperkirakan bahwa terjadi keruntuhan formasi di horizontal section karena pressure drop yang tinggi.

Mitigasi Masalah Produksi Pasir di Lapangan Attaka

Masalah produksi pasir umumnya terjadi pada formasi-formasi dangkal berumur relative muda, terutama pada endapan endapan berumur tersier, Di lapangan Attaka problema terproduksinya pasir tidak saja terjadi pada formasi-formasi dangkal (Shallow) akan tetapi terjadi juga hingga di kedalaman formasi 3000 – 6000 kaki vertikal. Beberapa kecendrungan yang dapat diamati di Attaka pada saat suatu sumur/formasi mulai memproduksi pasir bersama fluida adalah:

  • Kondisi aliran Multifasa: Umumnya produksi pasir di Attaka akan terjadi jika sumur telah memproduksi sejumlah air. Hal ini diperkirakan karena telah terjadi perubahan kondisi sementasi matriks formasi disekitar lubang sumur. Disamping itu, efek multifasa memungkinkan terjadinya “kompetisi” diantara air, minyak dan gas untuk mengalir ke lubang sumur sehingga meningkatkan gaya gesek diantara fluida dengan batuan. Untuk formasi yang cukup lemah, gaya gesek ini sudah cukup untuk merangsang terjadinya pelepasan partikel
  • Karakteristik Formasi: Umumnya formasi-formasi didaerah Shallow dan Lower deltaic mempunyai kecendrungan besar untuk menghasilkan pasir pada saat berproduksi. Ini dapat dimaklumi, karena umurnya yang relatif muda menyebabkan tingkat kekompakan di formasi-formasi tersebut sangat rendah.
© 2026 - Semua hak dilindungi undang-undang. PT dengan modal Rp 10.000.000.000. Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan 12190