Taruh Padaku
Aku tahu betul, meski berteriak keras, bagiku masih belum ada apa-apa. Malam yang tak bisa tidur, rasa sendirian lagi, ingin keluar dari labirin yang semakin dalam.
Pelepaskan mata, bermimpi. Bayangkan di kepala, cahaya yang terlihat samar. Aku ingin berlari (lari, lari, lari). Berkata pada diriku, percayalah, tapi apakah aku percaya pada diriku? Meski belum tahu, aku akan mengikuti suara di dalam diriku. Namun aku memilih diriku, tak ada pilihan selain percaya pada diriku, aku bertaruh padaku. Meski menakutkan, tanpa keberanian untuk jatuh, aku tak akan bisa terbang.
Mencoba menang setiap kali, setiap permainan yang kita mainkan. Ingin menang? Maka aku harus kalah beberapa hari. Ya, aku akan jatuh, tapi apa masalahnya? Bangkit lagi, tidak apa-apa. Hapus semua ketakutan di depan mata, pikirkan hanya hari esok yang akan datang. Hei dunia, kuharap kau baik padaku, tapi jika tidak, aku harus tetap jujur pada diriku. (Itu benar) Aku akan jatuh dan jatuh lagi, (hanya sedikit) yang akan bertahan sampai akhir. Namun aku ingin, aku ingin memilih diriku. Sekali lagi bermimpi, ulurkan tangan ke kejauhan, cahaya yang hampir tergenggam di ujung jari. Aku ingin terbang (terbang, terbang, terbang).
Berkata pada diriku, percayalah, tapi apakah aku percaya pada diriku? Meski belum tahu, aku akan mengikuti suara di dalam diriku. Namun aku memilih diriku, tak ada pilihan selain percaya pada diriku, aku bertaruh padaku. Meski menakutkan, tanpa keberanian untuk jatuh, aku tak akan bisa terbang.
Aku mencoba membunuh keraguanku, aku tidak akan menyangkal ketakutanku di dalam. Karena hanya aku yang bisa mempercayai diriku yang cemas ini. Berkata pada diriku, percayalah, tapi apakah aku percaya pada diriku? Meski belum tahu, aku akan mengikuti suara di dalam diriku. Namun aku memilih diriku, tak ada pilihan selain percaya pada diriku, aku bertaruh padaku. Meski menakutkan, tanpa keberanian untuk jatuh, aku tak akan bisa terbang. Tidak, tidak.