Rancang Bangun Antena Slot Waveguide 2,4 Ghz
Penelitian ini menitikberatkan pada analisa perancangan dan fabrikasi antena sektoral slot waveguide dengan frekuensi kerja 2,4 GHz untuk jaringan wireless. Mengingat semakin banyaknya pelanggan (client) yang ingin sharing atau terkoneksi pada jaringan komputer setempat, untuk memudahkan konektivitas antara client dan server dibuatlah teknologi nirkabel yaitu antena sektoral 2,4 Ghz pada sisi client. Selain menghemat biaya untuk penarikan kabel, teknologi ini sangat praktis dan efisien. Dengan memanfaatkan Aluminium Square Tubing (101,6 mm; 44,45 mm; 2 mm) yang diberi sejumlah N slot pada salah satu sisi wide side, dengan jarak antar slot ½ λg, maka jadilah sebuah antena sektoral yang sesuai dengan standar aplikasi IEEE 802.11.
Abstrak
Penelitian ini menitikberatkan pada analisa perancangan dan fabrikasi antena sektoral slot waveguide dengan frekuensi kerja 2,4 GHz untuk jaringan wireless. Mengingat semakin banyaknya pelanggan (client) yang ingin sharing atau terkoneksi pada jaringan komputer setempat, untuk memudahkan konektivitas antara client dan server dibuatlah teknologi nirkabel yaitu antena sektoral 2,4 Ghz pada sisi client. Selain menghemat biaya untuk penarikan kabel, teknologi ini sangat praktis dan efisien. Dengan memanfaatkan Aluminium Square Tubing (101,6 mm; 44,45 mm; 2 mm) yang diberi sejumlah N slot pada salah satu sisi wide side, dengan jarak antar slot ½ λg, maka jadilah sebuah antena sektoral yang sesuai dengan standar aplikasi IEEE 802.11.
Pendahuluan
Kondisi geografis dan infrastruktur Indonesia mendorong banyak pihak untuk menggunakan koneksi wireless sebagai media transfer data. Terbatasnya koneksi kabel di banyak daerah semakin mendongkrak peningkatan penggunaan wireless. Kondisi ini semakin meningkat seiring dengan dibebaskannya frekuensi 2,4 GHz oleh pemerintah pada awal 2005. Peningkatan ini terlihat dari semakin menjamurnya menara yang dipasangi antena wireless dari kota besar sampai pedesaan.
Mahalnya harga bandwidth di Indonesia mendorong orang untuk melakukan improvisasi guna menekan biaya pembangunan infrastruktur wireless, terutama pada jaringan-jaringan swadaya. Salah satunya adalah membuat sendiri antena ataupun memodifikasi antena untuk mendapatkan kinerja yang lebih baik dalam segi jangkauan maupun kualitas koneksi.