Image description
struggle adalah
Arti Struggle dalam Bahasa Inggris dan Contoh Penggunaan

Pengertian Struggle

Merujuk pada Kamus Bahasa Inggris-Indonesia, arti struggle adalah memperebutkan, berkelahi, meloloskan diri, kabur, berjuang, dan berusaha sangat keras. Kata struggle sangat sering digunakan dalam topik terkait 'masalah'.

Menurut Cambridge Dictionary, struggle artinya adalah mengalami kesulitan dan melakukan usaha yang sangat keras untuk mencapai sesuatu. Arti struggle juga bisa merujuk pada seseorang berada pada keadaan membahayakan yang mengakibatkan kegagalan atau kekalahan. Sementara itu, menurut Kamus Oxford, arti struggle adalah berusaha sangat keras untuk melakukan sesuatu saat itu sangat berat atau saat terjadinya banyak masalah. Jadi, pada intinya struggle artinya perjuangan seseorang dalam menghadapi masa sulit atau rintangan dalam usahanya.

Contoh Penggunaan Kata Struggle dalam Kalimat

Kata struggle dapat termasuk kata benda maupun kata kerja.

1. Contoh Struggle sebagai Kata Kerja

  • She struggled to lift the package by herself. (Dia berjuang untuk mengangkat bungkusan itu sendirian.)
  • He struggle to get free of the wreckage. (Dia berjuang untuk membebaskan diri dari reruntuhan.)
  • Kitty was struggling with the door. (Kitty sedang berjuang dengan pintu.)
  • The team has continued to struggle in recent months. (Tim terus berjuang dalam beberapa bulan terakhir.)

2. Contoh Struggle sebagai Kata Benda

  • She talked about her struggle with depression. (Dia berbicara tentang perjuangannya melawan depresi.)
  • The struggle between the two owners destroyed the business. (Pertengkaran antara kedua pemilik menghancurkan bisnisnya.)
  • There was no sign of a struggle. (Tidak ada tanda-tanda perlawanan.)
  • Math homework is a real struggle for me. (PR matematika merupakan perjuangan nyata bagi saya.)

Cara Mengatasi Struggle dalam Hidup

Kata struggle juga bisa dipahami sebagai suatu kondisi di mana seseorang tengah menghadapi kesulitan, seperti stres, depresi, insecure, dan sejenisnya. Jika kamu berada dalam fase tersebut, berikut beberapa cara untuk mengatasinya:

  1. Beristirahatlah dari menonton, membaca, atau mendengarkan berita, termasuk yang ada di media sosial. Terkadang, mendengar informasi tentang peristiwa traumatis terus-menerus dapat membuat kita stres. Jadi, pertimbangkan untuk membatasi diri dari paparan berita untuk sementara waktu.
  2. Peduli pada diri sendiri. Makan makanan sehat, olahraga, banyak tidur, dan istirahatkan diri jika merasa stres, serta hindari rokok.
  3. Lanjutkan dengan tindakan pencegahan rutin (seperti vaksinasi, pemeriksaan kanker, dll.) seperti yang direkomendasikan oleh penyedia layanan kesehatan.
  4. Luangkan waktu untuk bersantai. Cobalah melakukan aktivitas lain yang kamu sukai.
  5. Bicaralah dengan orang yang kamu percayai tentang kekhawatiran dan perasaanmu. Bagikan masalahmu dengan orang tua, teman, konselor, dokter, atau pendeta.
  6. Terhubung dengan organisasi berbasis komunitas atau agama yang kamu anut.
  7. Hindari obat-obatan dan alkohol. Hal ini dapat menimbulkan masalah tambahan dan meningkatkan stres.
  8. Jika masalah terus berlanjut atau kamu berpikir untuk bunuh diri, bicarakan dengan psikolog atau konselor profesional.
© 2026 - Semua hak dilindungi undang-undang. PT dengan modal Rp 10.000.000.000. Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan 12190