Mengenal Istilah Dalam Ambalan Penegak
Mengenal Istilah Dalam Ambalan Penegak
Ketika seorang pramuka penggalang pindah golongan ke pramuka Penegak, tentunya perlu mengenal beberapa istilah yang ada dalam lingkungan kehidupan Pramuka Penegak (Ambalan). Berikut beberapa istilah di Ambalan:
- Sandi Ambalan adalah karangan atau ungkapan bebas berisi kode kehormatan dan gambaran pernyataan kata hati para Pramuka Penegak di suatu Ambalan. Tujuan Sandi Ambalan adalah supaya para Pramuka Penegak dapat menunjukkan sikap positif dan kreatif dalam kehidupan sehari-hari.
- Adat Ambalan adalah kebiasaan yang ditentukan dan ditaati oleh para Pramuka Penegak di suatu Ambalan. Tujuan Adat Ambalan supaya para Pramuka Penegak dapat membiasakan diri mentaati segala peraturan yang berlaku di tempat mereka berada.
- Pusaka Ambalan adalah berupa benda (kapak, keris, selendang, dan sebagainya) yang merupakan lambang kehormatan Ambalan. Tujuannya adalah kebanggaan yang memberi dorongan semangat kepada para Penegak memiliki rasa percaya diri yang tinggi, rasa berani dan tidak penakut.
- Kibaran Cita (Bendera Ambalan) adalah lambang kehormatan Ambalan yang mengibarkan rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan.
- Nama Ambalan adalah suatu gambaran cita-cita yang mengarah pada tujuan Gerakan Pramuka dan semangat kepahlawanan. Tujuan pemberian nama Ambalan adalah untuk memberi dorongan semangat dan kebanggaan kepada para Penegak agar berkembang daya cipta dan aktif dalam melaksanakan kegiatan serta mewarisi dan meneruskan jiwa dan semangat kepahlawanan, juga melatih disiplin dalam mencapai cita-cita yang keluar dari dalam pribadinya sendiri untuk giat belajar, berlatih, bekerja dan berbakti.
- Pradana adalah sebutan untuk pemimpin ambalan yang terdiri dari beberapa sangga, baik untuk ambalan Putra maupun Ambalan Putri.
- Kerani adalah jabatan yang mengelola administrasi atau sekretariat ambalan. Dalam struktur organisasi umumnya disebut sekretaris.
- Pemangku Adat adalah jabatan dalam kepengurusan ambalan yang membantu pradana dalam menyelenggarakan acara pelantikan, pemberian tanda penghargaan maupun upacara adat ambalan lainnya, dan melakukan pengawasan berlakunya adat tradisi ambalan berjalan dengan baik. Pemangku Adat bertanggung jawab kepada pradana.