Image description
bet obaja
Mengenal Makna Kembar Mayang, Tradisi Jawa untuk Melepas Masa Lajang

Pengertian dan Makna Kembar Mayang

Kembar mayang merupakan dua rangkaian bunga yang memiliki kesamaan dalam hal bentuk, isi, dan wujudnya. Kembar mayang menyimbolkan sebuah harapan, kemauan, dan cita-cita. Kemunculan sepasang kembar mayang juga memiliki arti bahwa semua manusia pasti diciptakan berpasang-pasangan. Benda ini terbuat dari daun kelapa muda yang dibentuk menyerupai gunungan, sementara bagian janurnya bisa dikreasikan dengan unsur berupa keris, untiran, kembang temu, pecut-pecutan, kupat luar, dan walang–walangan. Dalam tradisi temu manten, terdapat dua orang cantrik akan membawa dua buah rangkaian kembar mayang. Mereka kemudian menyentuhkan kedua kembar mayang tersebut ke bahu kanan dan kiri dari mempelai pria. Setelah itu, barulah kembar mayang diserahkan kepada cantrik dari mempelai wanita.

Makna Unsur-unsur Janur dalam Rangkaian Kembar Mayang

Perlu diketahui, janur merupakan rangkaian hiasan berupa daun kelapa berwarna kuning yang masih muda. Janur berasal dari kata janma yang artinya manusia dan nur yang berarti sinar atau cahaya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa benda ini melambangkan seorang manusia yang bercahaya dan selalu memancarkan kebahagiaan di sekitarnya kala melangsungkan pernikahan. Berikut makna di balik unsur-unsur janur kembang mayang.

  • Keris – Merupakan simbol bahwa setiap manusia perlu menerapkan kewaspadaan dan tajam dalam berpikir agar setiap permasalahan yang ada bisa terselesaikan dengan baik.
  • Untiran – Bentuk untiran menjadi harapan agar pasangan mampu menghadapi berbagai tantangan, baik dalam keadaan suka maupun duka.
  • Pecut-pecutan – Pecut-pecutan berasal dari kata pecut yang artinya cambuk. Ini menyimbolkan bahwa pasangan pengantin tidak boleh memiliki sikap yang lengah. Ia harus selalu berpikir optimis, kreatif, dan gigih.
  • Kupat Luar – Bentuk kupat luar mengandung makna penolak bala dari segala malapetaka dan bahaya yang berusaha mengganggu kehidupan rumah tangga kedua mempelai.
  • Walang-walangan – Walang-walangan berasal dari kata walang yang artinya adalah belalang. Hewan yang satu ini diketahui memiliki karakteristik lincah karena jalannya yang melompat-lompat. Ini mengartikan bahwa seorang manusia harus cekatan dalam bertindak dan berpikir.

Makna Unsur-unsur untuk Merangkai Kembar Mayang

Kembar mayang terdiri dari unsur-unsur rangkaian berupa daun beringin, alang-alang, dan daun apa-apa. Masing-masing dari unsur tersebut menyimpan makna filosofis yang mendalam, di antaranya sebagai berikut.

  • Daun Beringin – Karakteristik dari pohon beringin adalah memiliki daun yang rindang dengan akarnya yang kuat. Pohon tersebut juga dikenal nyaman untuk dijadikan sebagai tempat berteduh, sehingga dalam upacara pernikahan, kedua mempelai diharapkan untuk bisa menjadi pelindung keluarga, sanak saudara, dan masyarakat pada umumnya.
  • Daun Alang-alang – Daun alang-alang hampir mirip seperti rumput yang memiliki daya tahan sangat kuat dan sulit untuk dibabat ataupun dibakar. Alang-alang merupakan harapan agar pasangan pengantin senantiasa mendapat perlindungan dari Tuhan, tak ada yang mampu memisahkan mereka sekalipun tertimpa suatu masalah.
  • Daun Apa-apa – Daun apa-apa terdiri dari cikra-cikri, puring, andong, udan emas, dan lancuran. Mereka seolah menjadi pelengkap dari keseluruhan daun yang ada. Daun ini juga dimaksudkan sebagai doa agar pernikahan yang dilangsungkan dapat berjalan dengan lancar tanpa halangan apa pun.

Makna Unsur-unsur Bunga dari Kembar Mayang

Masih ada sejumlah elemen bunga yang terdapat pada rangkaian kembar mayang, yaitu kembang pundak dan kembang potro menggolo.

  • Kembang Pundak – Kembang pundak adalah sejenis bunga pandan berwarna putih yang harum mewangi. Ini melambangkan kesucian dan harapan agar manusia dapat selalu mengharumkan namanya sekaligus menjaga kesucian harkat dan martabatnya.
  • Kembang Potro Menggolo – Bunga merak atau kembang potro menggolo menjadi lambang keberanian dan hati yang lembut. Seorang manusia harus tegas dan berani dalam menyikapi berbagai permasalahan hidup, namun tetap berwibawa dan menjunjung tinggi kelembutan. Hindari mengedepankan sisi emosional yang kemungkinan besar akan membawa kehancuran.

Kesimpulannya, rangkaian kembar mayang menyimbolkan lambang kehidupan dari setiap insan pasangan yang telah sah menjadi sepasang suami istri. Kembar mayang juga dipercaya menjadi penjaga dari berbagai energi negatif atau yang biasa disebut penangkal bahaya. Penangkal ini berkaitan dengan air kelapa hijau yang dikenal sebagai penangkal racun. Kembar mayang juga sekaligus menandakan lepasnya masa lajang kedua pengantin.

© 2026 - Semua hak dilindungi undang-undang. PT dengan modal Rp 10.000.000.000. Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan 12190