Pengertian Viral
Perkembangan media sosial membuat banyak pembuat konten mulai bermunculan dan berlomba-lomba untuk membuat konten viral agar dapat menarik banyak penonton atau pengikut. Kata viral kemudian disematkan dalam banyak jenis konten yang umumnya memiliki banyak penonton atau berada pada peringkat teratas sebagai konten paling banyak ditonton atau dicari.
Kata viral berasal dari bahasa Inggris yang artinya adalah virus. Pada zaman dulu, viral menggambarkan suatu penyakit yang mudah menyebar dari satu orang ke orang lainnya. Saat ini kata viral mengalami pergeseran makna menjadi sesuatu yang menyebar secara cepat melalui media sosial dan internet ke jutaan orang secara online. Istilah viral baru mulai muncul pada tahun 2009 untuk menggambarkan sebuah video David after Dentist, yang kemudian diikuti oleh konten-konten lain yang menyebar dengan cepat dan menarik banyak minat.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian viral dibagi menjadi dua: segala sesuatu yang berhubungan dengan virus, dan penyebaran video, gambar, atau informasi dari satu pengguna internet ke pengguna internet yang lain. Fenomena viral dapat diartikan sebagai objek atau pola yang dapat menggandakan diri atau mengubah objek lain menjadi salinan diri sendiri ketika terpapar dengan objek lain yang dipredikatkan sebagai viral.
Ciri-Ciri Viral
1. Unik dan Tidak Umum
Fenomena yang menjadi viral biasanya merupakan kejadian, berita, atau gambar yang unik serta tidak biasa di tengah masyarakat, sehingga mudah menyita perhatian dan mendorong orang untuk terus membagikannya.
2. Memiliki Sifat Positif dan Negatif
Tidak semua konten viral bersifat positif atau negatif. Contoh negatif seperti tren menghadang mobil besar yang membahayakan, sedangkan contoh positif seperti gerakan memberi pada orang yang tidak mampu.
3. Sedang Populer
Fenomena viral adalah yang sedang hangat dibicarakan banyak orang karena menarik untuk dibahas, biasanya konten atau tren yang sedang booming atau kekinian.
4. Memiliki Durasi Pendek
Video viral umumnya berdurasi pendek karena lebih dari 19% orang akan menutup video setelah 10 detik pertama, sehingga video yang menarik di awal lebih mudah viral.
5. Konten yang Membuat Bahagia atau Tertawa
Menurut Jonah Berger dalam Contagious: Why Things Catch On (2019), konten viral biasanya membangkitkan emosi kuat pemirsa atau pembacanya.
6. Memiliki Momen yang Tepat
Konten akan lebih mungkin menjadi viral jika diunggah pada momen yang tepat, misalnya berkaitan dengan peristiwa terkini atau topik budaya pop yang mendominasi berita.
7. Terhubung dengan Dunia
Hal-hal yang terhubung dengan acara dunia memiliki peluang lebih besar menjangkau banyak orang karena minat yang sama pada topik tersebut.
Sejarah Munculnya Istilah Viral
Istilah viral pertama kali diciptakan oleh Douglas Rushkoff. Ia menyebut virus media atau media viral dan kata tersebut digunakan untuk menjelaskan salah satu jenis kuda Troya, di mana orang ditipu untuk meneruskan agenda tersembunyi ketika meneruskan konten menarik. Contoh fenomena viral adalah meme. Istilah meme pertama kali diciptakan oleh Richard Dawkins pada tahun 1976 dalam bukunya The Selfish Gene. Ia menjelaskan bahwa meme adalah satuan makna budaya, seperti gagasan atau nilai yang diteruskan dari satu generasi ke generasi lainnya. Sebelum budaya tulis, penyebaran meme dilakukan dari mulut ke mulut, contohnya lagu rakyat, cerita rakyat, dan pantun. Setelah itu, media cetak hadir dan menjadi media penyebaran meme. Surat berantai juga muncul pada tahun 1900-an. Internet kemudian memungkinkan penyebaran konten secara elektronik dengan lebih mudah, melalui surel, Photoshop, hingga YouTube. Video viral terkadang amatir atau profesional, dan sulit memperkirakan konten apa yang akan menjadi viral. Perkembangan ini memunculkan selebriti internet yang mendapat perhatian meskipun kontennya dinilai tidak bermanfaat.
Cara Membuat Konten Viral
1. Menggunakan Intro yang Jelas, Singkat, dan Padat
Kebanyakan netizen hanya melihat isi konten di awal. Gunakan intro yang jelas dan singkat dengan memaparkan fakta isi konten pada awal paragraf, serta tambahkan bumbu agar menarik. Thumbnail yang menarik juga bisa digunakan.
2. Menggunakan URL Ringkas
URL ringkas dapat menarik minat pembaca 2,5 kali lebih baik dibandingkan URL panjang. Kaitkan dengan kata kunci yang sedang viral atau sesuai konten. Keuntungannya: pembaca cepat mengetahui isi konten, lebih eye catching di media sosial, dan meningkatkan kemungkinan terindeks lebih baik.
3. Menggunakan Angka yang Ganjil
Penelitian menunjukkan 36% artikel memiliki headline dengan angka, dan headline tersebut mendatangkan lebih banyak pembaca. Headline dengan angka ganjil memiliki nilai CTR 20% lebih tinggi dibandingkan angka genap. Angka membuat konten terlihat lebih spesifik dan menarik secara psikologis.
4. Menggunakan Tanda Kurung
Konten dengan judul bertanda kurung memiliki CTR 38% lebih tinggi. Tanda kurung biasanya diikuti informasi khusus, tambahan informasi, studi kasus, dan lain-lain, yang membuat konten tampak lebih profesional dan bermanfaat.
5. Memberikan Gambar
Penambahan elemen gambar meningkatkan ketertarikan pembaca sebanyak 80%. Platform seperti Instagram, TikTok, atau YouTube lebih digandrungi karena menyajikan gambar yang estetik. Kualitas gambar dan video adalah hal paling penting.
6. Gambar Menjadi Tanda Kredibilitas Pembuat Konten
Netizen akan mudah membagikan konten jika pembuatnya memiliki kredibilitas baik. Gunakan gambar berkualitas tinggi, tambahkan watermark atau sumber gambar, dan pastikan sesuai dengan isi konten dan tema.
7. Menambahkan Ikon Share yang Menonjol
Setiap media sosial memiliki tombol share, tetapi menonjolkan ikon tersebut dengan tanda di akhir video, foto, atau konten dapat membantu. Tulis juga caption yang meminta pembaca membagikan konten.
Itulah penjelasan mengenai pengertian viral dan cara membuat konten menjadi viral. Dengan memahami sejarah dan ciri-cirinya, Anda dapat lebih siap dalam menciptakan konten yang berpotensi menyebar luas.